PADANG – Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Nirmala, turut mengapresiasi langkah UPZ Baznas Semen Padang dalam mendorong kemandirian mustahik melalui pengembangan usaha kambing etawa perah. Menurutnya, program tersebut memiliki prospek yang baik karena permintaan terhadap susu kambing terus meningkat.
“Permintaan susu kambing terus mengalami peningkatan, sedangkan ketersediaannya belum banyak. Kondisi ini menjadi peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Nirmala mendorong agar peternakan kambing etawa perah di Kampung Padayo tidak hanya berfokus pada produksi susu segar. Para peternak juga perlu mengembangkan hilirisasi atau pengolahan produk agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Susu kambing dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, maupun produk olahan lainnya.
“Kalau hanya menjual susu segar, nilai tambah yang diperoleh masih terbatas. Apabila diolah menjadi produk turunan, harga jual dan daya saingnya tentu dapat meningkat,” ujarnya.
Ia menyebut harga susu kambing di pasaran dapat mencapai sekitar Rp70 ribu per liter, lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Tingginya harga tersebut menunjukkan bahwa susu kambing memiliki pasar tersendiri.
“Masyarakat tidak segan membeli susu kambing dengan harga lebih tinggi karena produk ini memiliki konsumen yang spesifik. Apabila hilirisasi dilakukan dengan baik, peluang keuntungan bagi peternak tentu akan semakin besar,” katanya.
Nirmala menambahkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat terus mendorong para pelaku usaha peternakan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan mengembangkan produk olahan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, pembinaan, promosi, serta pelibatan peternak dalam berbagai kegiatan dan pameran. Salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan adalah peringatan Hari Susu Nusantara.
“Hari Susu Nusantara menjadi ajang untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi susu. Susu baik untuk kesehatan hari ini dan mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat pada masa depan. Bagi pelaku usaha kambing perah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas,” tuturnya.
Salah seorang penerima manfaat Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa, Syafrinaldi, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, bantuan ternak dan pendampingan yang diberikan telah membuka peluang bagi keluarganya untuk mengembangkan usaha baru.
Meski hasil usaha yang diperoleh belum maksimal, ia optimistis usaha peternakan tersebut akan terus berkembang.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat menjadi bagian dari program ini. Kami mendapatkan bantuan sekaligus pengetahuan tentang cara mengelola ternak. Terima kasih kepada UPZ Baznas Semen Padang dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung kami selama ini,” katanya. (*)












