AGAM – Guna mengantisipasi serangan hama tikus dan hama tanaman lainnya, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Canduang Kabupaten Agam giat melakukan penyuluhan kepada petani melalui wadah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Keltan) berkolaborasi dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Canduang.
Koordinator BPP Kecamatan Canduang Kabupaten Agam, Virgi Astuty.S.P kepada Top Satu.Com, Kamis (24/9/2026) menjelaskan, penyuluhan secara teknis kepada petani melalui wadah kelompok tani bersama petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Canduang turut hadir petugas PPL.
Langkah ini dilakukan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Canduang adalah dalam mengintensifkan penyuluhan yang sangat tepat untuk mengantisipasi serta menekan dampak serangan hama tikus dan hama tumbuhan linnya.
Untuk meningkatkan produksi pertanian terang Virgi Astuty,S.P Koordinator BPP Canduang bersama PPL dengan kelompok tani fokus pada penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui Sekolah Lapangan (SL). Kegiatan tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah nagari se Kecamatan Candung meliputi Nagari Lasi, Canduang Koto Laweh dan Nagari Bukik Batabuah.
Diakuinya, terkait serangan hama tikus di sejumlah titik hamparan sawah di setip nagari di Kecamatan Canduang selalu menjadi persoalan. Namun petugas pertanian terutama Penyuluh Pertnian Lapangan (PPL) selalu memberikan penyuluahan (edukasi) kepada petani secara teknis melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Keltan), ujar Virgi Astuty,S.P.
Ia menyebutkan, selain melakukan sosialisasi melalui penyuluhan kepada petani, BPP Kecamatan Canduang Agam telah menurunkan surat hibauan gerakan pengendlian (Gerdal) hama tikus sawah untuk 194 kelompok tani se Kecmatan Canduang yang terdaftar pada Simluh Pertanian (Simluhtan).
Penyebab utama melonjaknya populasi tikus adalah jadwal tanam yang tidak seragam (serentak). Setiap mlakukan pertemuan dengan petani, petugas pertanian selalu mengedukasi agar petani melakukan penanaman padi secara bersamaan dalam satu hamparan guna memutus siklus reproduksi hama tikus.
Kemudian metode mekanis dan ramah ingkungan dalah pemasangan umpana dilakukan secara serentak di sepanjang jalur lintasan tikus yang aman menggunakan racun juga tersedia di kantor BPP.
Selanjutnya, adalah pemanfaatan musuh alami (agen hayati) dalam pelestarian predator mengurangi ketergantungan pada zat kimia dengan membuat Rumah Burung Hantu (Rubuha) untuk memelihara burung hantu (Tyto alba), yang terbukti menjadi predator alami paling efektif dalam menekan populasi tikus sawah.
“Sinergi yang kuat antara penyuluh pertanian dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Canduang sangat diperlukan. Artinya BPP Kecamatan Canduang selalu berkoordinasi dengan petugas POPT untuk melakukan penyuluhan kepada petani terkait ancaman berbagai hama bagi petani kita,” tegas Virgi Astuty.(Kas)












