Anies Baswedan & Riwayat Masjid At Tabayyun

Catatan Ilham Bintang

Di TVM yang mulai dihuni warga awal tahun 90 an, Pemprov DKI memiliki banyak tanah fasos dan fasum. Kami tertarik lahan taman seluas 1058 m2. Lokasinya di tengah-tengah pemukiman warga.

“Silahkan Abang ajukan dan proses perizinannya,” Anies menanggapi.

Kami pun memproses sendiri dari bawah sekali. Tidak ingin mengganggu kesibukan Gubernur. Kami ingin mengikuti alur membangun rumah ibadah di DKI. Apalagi Anies hampir setiap saat meresmikan rumah ibadah berbagai agama. Kami pikir mudah

Namun, ya, ampun. Rumit ternyata urusannya. Yang juga rumit berurusan dengan kantor non instansi pemerintah. Di FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) malah hampir setahun berkas menyangkut. Antar anggota kebanyakan berdebat dan tarik ulur. Dari tingkat kecamatan, walikota hingga provinsi.

Tenda Arafah

Kami mulai dengan modal izin prinsip dari Gubernur DKI. Sementara mengurus pelbagai macam izin pembangunannya, kami mendirikan tenda untuk tempat beribadah sementara di lahan bakal lokasi masjid. Dua kali Ramadhan dan Idul Fitri di laksanakan di tenda darurat itu. Yang terkenal dengan julukan Tenda Arafah. Sementa itu Panitia Masjid terus menghadapi penolakan dari warga yang entah dibina siapa sehingga toleransi sama sekali tidak ada dalam kamusnya. Mereka pun menggugat di PTUN, dan kami menangkan di tingkat pertama dan banding.

Panitia Pembangunan Masjid menghadapi ujian luar biasa. Apalagi harus pula mengendalikan emosi ormas-ormas Islam yang sudah geram atas kenyataan yang kami. Saya sempat curhat kepada Gubernur Anies saat datang meresmikan peletakan batu pertama 24 Agustus 2021. Anies hanya meminta kami bersabar.

“Proses perizinan yang Abang alami mungkin karena mengikuti prosedur sesuai nama masjidnya At Tabayyun, yaitu cek dan ricek,” kata Anies mencoba menghibur.

Selesaikan masalah tanpa masalah

Pada waktu upacara peletakan batu pertama, warga yang protes menyewa guru-guru senam wanita untuk berdemo. Setelah peresmian Anies menemui pendemo. Bisa dibayangkan sekelas Anies yang aktivis berhadapan pelatih senam yang tidak fasih merumuskan tuntutannya. Akhirnya memang para pendemo hanya meminta foto-foto selfie.

Hari itu karena akan mampir makan siang di rumah seusai peresmian, saya semobil dengan Anies. Di tengah perjalanan, Anies minta saya tunjukkan lokasi tanah Pemprov yang lain di komplek itu. Saya antar ke lahan yang luasnya 3 kali lebih luas dibanding lahan yang diprotes: 3500 m2.