Oleh Hendri Nova
Wartawan Topsatu.com
Buka usaha di Padang Pinggir Kota (Papiko) tepatnya di daerah Belimbing Padang, tantangannya ada pada tidak lancarnya sinyal komunikasi. Namun hal itu bukan satu masalah bagi Helma, agen BRILink, dengan nomor agen 10705100.
Meski sekali-sekali dia mendapat omelan dari pelanggan, ia tidak gentar untuk tetap melayani warga belimbing, untuk kebutuhan transaksi keuangan digital. Tak jarang dia terkirim dua kali, karena susah sinyal akhirnya pelanggannya dilepas begitu saja.
“Kadang saya usahakan agar mereka para pelanggan bersabar sebentar, menunggu saya cek apakah transaksi sudah sukses atau belum. Meski tidak semua pelanggan kalian suka menunggu, bagaimana lagi hal itu harus dilakukan agar tidak menderita kerugian,” katanya kepada Singgalang, saat ditemui di tokonya di Jalan Apel Raya Belimbing Padang Senin (28/4).
Ia mengatakan, sampai sejauh ini dia masih bisa mencapai target yang menjadi ketentuan agen BRILink. Hal itulah yang membuatnya bisa bertahan, hingga saat ini kita eksis di tokonya tersebut.
“Harapan saya agar pihak BRI membantu kami ini, dengan meminta salah satu operator seluler untuk memperkuat sinyalnya di daerah Belimbing,” tambahnya.
Terkait sinyal ini, baik operator seluler warna merah, kuning, ungu, atau biru, sinyalnya hampir sama saja. Satu hal yang kadang paling mengesalkan, di saat transaksi sedang menunggu proses, sinyal terganggu.
“Jadinya tidak bisa diketahui apakah uang yang dikirim masuk atau tidak. Syukur-syukur pelanggannya mau menunggu, transaksinya jelas masuk dengan sukses atau belum,” ungkapnya.
Terkait transaksi, di Belimbing termasuk besar. Kadang ada yang mengirim atau mengambil uang sampai Rp10 juta sekali tarik. Hal itu tentu merupakan satu tantangan, agar menyediakan modal yang besar untuk melayani para pelanggan.
Sementara Ita, agen BRILink dengan No.Agen:002/3406/11693993, dengan nama usaha Anugrah BRILink mengatakan, kesuksesan membuka usaha jasa yang melayani masyarakat umum, ditentukan oleh kejelian memilih lokasi tempat usaha. Hal itulah yang dilakukan Ita agen BRILink dengan No.Agen:002/3406/11693993, dengan nama usaha Anugrah BRILink.
Ita sendiri membuka usaha jasanya itu, di jalan lintas Padang-Painan, tepatnya di depan masuk pasar ikan segar Nagari Api-Api, Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Butuh waktu sekitar lebih kurang dua jam dari Padang, untuk sampai ke lokasi ini.
Selain terkenal sebagai pusat penjualan ikan segar hasil tangkapan pancing nelayan, Nagari Api-Api juga terkenal dengan lokasi wisata Pantai Batu Puti Indah dengan pemandangan lautnya yang indah dan eksotik. Ada banyak pulau seperti Pulau Nibung, Pulau Babi, Pulau Kumbang, Pulau Cingkuak, dan beberapa pulau kecil yang terlihat sangat jelas dari Pantai Api-Api.
Mereka yang mau berwisata ke Carocok Painan, dipastikan melewati Toko Anugrah BRILink, karena lokasinnya di belokan yang meminta kehati-hatian saat berkendara.
Bersama Anugrah BRILink, Ita tak hanya melayani masyarakat Api-Api yang putra putri mereka banyak merantau, tapi juga ketiban rezeki dari para wisatawan ataupun pengendara yang berlalu lalang di jalan lintas tersebut. Layanan favorit pelanggan terutama tarik tunai, kirim uang, isi ulang saldo, dan juga tabungan.
Sekali-sekali iapun ketiban rezeki dari mereka yang melakukan pembayaran tagihan ataupun token PLN, bayar PDAM, bayar telepon, bayar cicilan, beli pulsa atau paket data, transfer sesama bank atau antar bank, top up Dana, Ovo, LinkAja, Shoopepay, dan layanan jasa lainnya.
“Kami buka dari jam 08.00 WIB sampai OO.00 WIB,” katanya kepada Singgalang, Kamis (13/3/2025).
Ita mengaku baru menutup tokonya, jika jalanan sudah terasa sangat sepi. Namun jika masih ramai seperti di hari libur, ia bisa tutup bisa lebih dini hari lagi.
Tentu untuk menjalankan usahanya ini, ia harus berbagi peran. Jika ia dan suami bekerja di shif kedua, maka di shiff pagi, ia mempekerjakan anak tetangga. Dalam arti kata, ia sudah bisa pula membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Transaksi per harinya rahasia saja ya Pak, maklum buat jaga-jaga saja. Pokoknya alhamdulillah bisa bertahan dan tetap bisa menggaji karyawan tepat waktu,” ungkapnya.
Sementara Angela Veronica, karyawan Ita mengatakan, dirinya mendapat tugas di shift pagi. Ia sering melayani tarik tunai dari warga, untuk kepentingan belanja ikan segar ataupun kebutuhan lainnya.
“Di sini tidak ada akses ATM. Jika mau tarik tunai di ATM, harus ke daerah Tarusan ataupun Pasar Baru dulu. baik dengan kendaraan sendiri ataupun dengan ojek, biayanya lumayan besar. Jadi untuk biaya lebih hemat, mereka tarik tunai di BRILink saja, dekat, cepat, dan lebih hemat biaya,” tutur Angela.
Selama menggunakan layanan BRILink, transaksi yang dilakukan sangat lancar. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, kecuali sinyal yang terkadang blank.
“Di sini kan ngak dekat dengan tower operator seluler. Padahal ini kan kawasan wisata yang mulai banyak menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Semoga satu hari nanti, ada tower pendukung sehingga transaksi juga semakin lancar,” ungkapnya.
Angela berharap, menjelang tower ditegakkan di daerah wisata Pantai Api-Api ini, pihaknya mendapatkan fasilitas yang langsung terhubung ke satelit BRI. Dengan demikian, transaksi BRILinknya jadi makin lancar dan menjadi lebih menguntungkan.
Sementara Ayu, seseorang warga Belimbing mengatakan, ia sangat terbantu dengan adanya agen BRILink di daerah Belimbing. Apalagi mereka membuka usaha di tempat yang ramai, sehingga rasa aman tercipta dari incaran orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Helma ini dia membuka usaha di samping minimarket, jadi tercipta rasa tenang dan aman, karena ini lokasinya ramai dikunjungi warga Belimbing,” katanya.
Ia mangaku termasuk orang yang tidak betah antri terlalu lama. Jadi kalau dilihatnya di ATM sudah banyak orang antri, maka dia lebih memilih layanan dari agen BRILink, untuk kebutuhan transaksi keuangannya.
Sementara RCEO BRI RO Padang, Riza Pahlevi, mengatakan BRI ada menyediakan fasilitas Vsat untuk daerah blankspot. Namun prioritasnya lebih kepada daerah 3T (Terluar, Terpencil, dan Terjauh).
“Di kepulauan Mentawai kita layani dengan Vsat, karena termasuk Pulau terluar Indonesia. Sementara yang masih bisa dijangkau sinyal operator seluler, tentu akan ada kajian dulu jika memang lebih sering terkendala transaksinya,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat di Sumbar jumlah Agen BRILink terus bertumbuh. Hingga akhir 2024, jumlah pemilik EDC sebanyak 1.348 agen dan Mobile sebanyak 33.150 agen. Total 34.498 agen BRILink.
“Kabupaten/kota dengan jumlah agen BRILink terbanyak yakni Khatib Sulaiman Kota Padang sebanyak 6.087 Agen, diikuti Solok sebanyak 3.663 Agen, Sungai Penuh sebanyaak 2.988 Agen,
Bukittinggi sebanyak 2.877 Agen, dan Painan sebanyak 2652 Agen. Daerah lainnya rata-rata di atas seribu jumlah agennya,” tuturnya.
Ia menambahkan, untuk menjadi agen BRILink, syaratnya cukup mudah. Sediakan fotocopy KTP, fotocopy buku tabungan, fotocopy kartu ATM, fotocopy KK (Kartu Keluarga), Surat Keterangan Usaha (SRT pengantar) dari RT setempat, harus terdaftar BRIMo email dan nomer HP.
Selain itu, harus komitmen 50 transaksi BRILink perbulan, wajib daftar Asuransi Mikro BRINS untuk rumah dan tempat usaha, dan tidak menjadi agen dari bank lain.
“Jika sudah terdaftar, maka banyak transaksi bisa dilayani agen BRILink, seperti Referal Pinjaman Mikro, Referal TabunganKu (Basic Saving Account), Pembelian Asuransi Mikro-KKM, transfer, pembayaran, pembelian, Topup Brizzi, dan layanan keuangan digital,” ucapnya.
Jumlah pembukaan rekening baru oleh agen BRILink, tercatat Simpedes Umi sebanyak 5.634 rekening, BSA sebanyak 329 rekening. Total sebanyak 5.963 rekening per 31 Des 2024.
“Penyaluran kredit mikro oleh agen BRILink juga bisa dilayani dengan produk Senyum Mobile dan Mitra UMi,” katanya.
Hingga akhir Desember 2024, volume transaksi agen BRILink dari EDC sebanyak 8.839.017 transaksi, Mobile sebanyak 29.852.337 transaksi.
Total ada 38.691.354 transaksi.
“Target jumlah Agen BRILink di Sumbar untuk tahun 2025 adalah 35.795 agen. Jadi silahkan penuhi persyaratannya dan nikmati kesuksesan finansial sebagai Agen BRILink,” tutupnya. (hendri nova)










