PULAU PUNJUNG – Jumlah penduduk Dharmasraya yang terdaftar sebagai peserta JKN pada BPJS sudah mencapai 165.637 jiwa, atau sekitar 74,51 persen dari total jumlah penduduk Dharmasraya lebih kurang 222.305 jiwa.
Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Solok, Asfurina, saat memaparkan progres penyelenggaraan program JKN di Kabupaten Dharmasraya dalam Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Tahap I, bersama BPJS di aula lantai II Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (29/6 / 2021).
Katanya, diperlukan upaya bersama antara BPJS dengan para pemangku kepentingan untuk bagaimana dapat meningkatkan jumlah kepesertaan JKN di Dharmasraya.
” Kami berharap adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui peraturan bupati terkait kepatuhan badan usaha yang belum melakukan registrasi ke BPJS Kesehatan. Di beberapa daerah di Sumbar sudah ada yang menerapkan hal ini, salah satunya Kota Pariaman. Di sana, bagi pemberi kerja yang tidak melaksanakan kewajiban mendaftarkan keanggotaan BPJS, maka tidak akan mendapat pelayanan publik tertentu. Mungkin hal ini dapat diadopsi untuk diterapkan, demi mencapai UHC di Kabupaten Dharmasraya,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Dharmasraya, DP Datuk Labuan, didampingi Sekretaris Daerah, Adlisman.
Turut hadir pada kesempatan itu, kepala dinas terkait, diantaranya Kepala Dinas Kesehatan, Yosta Defina, Kepala Dinas Sosial P3APPKB, Kepala Dinas Dukcapil, Abdi Amri, Kepala Bapppeda, Andi Sumanto, Kepala BKD, Pariyanto, Kepala BKPSDM, Khairuddin, dan sejumlah unsur terkait lainnya.
Pada kesempatan itu, fokus membahas kepesertaan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) pada BPJS di Kabupaten Dharmasraya yang belum mencapai target UHC (Universal Health Coverage), yakni 95 persen dari jumlah penduduk.
Wabup Dasril Panin Dt Labuan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah melaksanakan kegiatan itu. Menurutnya, forum ini dapat menjadi wadah mencari solusi bersama dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Khususnya di bidang kesehatan.
“Untuk itu, kepada semua yang hadir, saya harap dapat mengikuti rapat ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Sebab persoalan ini tidak main-main. Kita berharap, dari pertemuan ini nantinya benar-benar memberi dampak bagi optimalnya penyelenggaraan program JKN di Kabupaten Dharmasraya,” pungkasnya. ( roni )












