Solok  

60 Calon Paskibraka Sambut Ny. Kurniati dengan Formasi Khas, Suasana Solok Sehat Penuh Semangat

KOTOBARU– Ada yang berbeda dalam kegiatan Solok Sehat yang digelar rutin setiap Minggu pagi di kawasan GOR Batu Batupang, Kotobaru, Kabupaten Solok, Minggu (9/8/2026).

Kehadiran Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Kurniati Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., mendapat sambutan istimewa dari 60 siswa calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) yang tengah menjalani masa karantina.

Begitu tiba di area parkir, Ny. Kurniati langsung disambut para calon Paskibraka yang membentuk formasi khas pasukan pengibar bendera. Mengenakan seragam olahraga, para siswa memberikan penghormatan dengan rapi dan penuh semangat.

Puluhan siswa tersebut merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Solok. Mereka kini menjalani Training Center secara intensif sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai penyambutan, para calon Paskibraka mengiringi Ny. Kurniati jogging mengelilingi lintasan GOR Batu Batupang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam sehat bersama.

Baca Juga  Rumah Gadang di Ujung Gurun Selayo Terbakar

Momen tersebut ternyata menyentuh hati Ny. Kurniati. Ia mengaku terkesan melihat kondisi para siswa yang tetap bersemangat meski tubuh mereka terlihat lelah setelah menjalani latihan intensif.

“Keringat yang mengalir deras dan menetes di dagu mereka, secara spontan naluri seorang ibu melihat anaknya seperti itu langsung membuat hati saya bergetar,” ujar Ny. Kurniati.

Menurutnya, wajah para siswa yang mulai menggelap akibat berlatih di bawah terik matahari justru menunjukkan proses perjuangan dan keteguhan mereka dalam menjalani pembinaan.

Ia menyadari latihan yang mereka jalani tidak ringan. Selama 17 hari masa karantina, para calon Paskibraka ditempa dengan disiplin dan latihan fisik yang cukup berat.

Namun, kata Ny. Kurniati, proses tersebut bukan semata-mata untuk membentuk kemampuan baris-berbaris. Lebih dari itu, latihan Paskibraka merupakan proses membangun kedisiplinan, tanggung jawab, mental dan ketahanan diri.

“Latihan ini memang berat, disiplin yang diterapkan juga keras dan intensitas fisiknya tinggi. Tetapi semua itu adalah proses untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih disiplin,” tuturnya.

Baca Juga  Wanita Muda Tewas Ditusuk di Muaro Paneh

Ny. Kurniati berharap pengalaman selama masa karantina dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menjalani kehidupan setelah tugas sebagai Paskibraka selesai.

“Anak-anak ini bukan hanya sedang dilatih menjadi Paskibraka. Mereka sedang ditempa untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Mudah-mudahan apa yang mereka jalani selama karantina ini menjadi bekal dalam menentukan pola hidup dan prinsip hidup ke depan,” ungkapnya.

Kehadiran 60 calon Paskibraka dalam kegiatan Solok Sehat pagi itu pun memberikan warna tersendiri. Semangat olahraga berpadu dengan kedisiplinan dan perjuangan generasi muda yang tengah dipersiapkan mengemban tugas penting pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bagi Ny. Kurniati, setiap tetes keringat dan rasa lelah yang dirasakan para calon Paskibraka merupakan bagian dari proses berharga dalam membentuk karakter generasi muda Kabupaten Solok. (Yen)