Solok  

Kajati Sumbar Turun ke Arosuka, Bawa 1,5 Ton Beras untuk Korban Galodo

 

AROSUKA – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat, Dedie Tri Haryadi, S.H., M.H., turun langsung ke Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026), untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan galodo.

Kedatangan Dedie bersama Wakajati Sumbar, Asisten Intelijen, Asisten Pidana Militer, sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), serta jajaran Kejaksaan di Sumatera Barat tersebut tidak hanya untuk meninjau kondisi pascabencana.

Rombongan Kejati Sumbar juga membawa bantuan berupa 1,5 ton beras, bahan makanan dan lauk-pauk untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, pengungsi, maupun para relawan yang masih bertugas di lapangan.

Selain menyalurkan bantuan, Kejati Sumbar juga mendirikan Posko Kejaksaan Peduli Bencana Solok dan dapur umum sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana selama masa tanggap darurat.

“Kami datang ke sini untuk membantu meringankan korban-korban yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Solok,” kata Dedie saat berada di lokasi, Rabu.

Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

Dedie mengatakan, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama dan sinergi antara pemerintah daerah, petugas kebencanaan, relawan, serta berbagai unsur lainnya.

Karena itu, Kejati Sumbar berupaya berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bersama-sama.

Baca Juga  Ada Pekerjaan Tambal Jalan, Pengendara Lewati Jalur Banda Panduang Diminta Hati-hati

“Kami juga bersinergi dengan pemerintah daerah yang lainnya untuk bersatu meringankan beban yang ada di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Menurut Dedie, bantuan yang disalurkan Kejati Sumbar berupa beras serta bahan makanan dan lauk-pauk. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana.

Dukungan juga diberikan kepada para relawan yang masih berjibaku di lapangan serta warga yang berada di lokasi pengungsian.

Dedie memastikan kepedulian dan dukungan Kejati Sumbar akan terus diberikan selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Insya Allah sampai tanggap darurat selesai. Kami akan tetap peduli dengan keadaan dan kondisi relawan dan warga masyarakat di Kabupaten Solok,” katanya.

Kejati Sumbar Siapkan Dapur Umum

Selain menyalurkan bantuan pangan, Kejati Sumbar turut menyiapkan dapur umum untuk mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat dan relawan selama kondisi darurat.

Dalam pelaksanaannya, Kejati Sumbar berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Sosial (Dinsos), agar bantuan yang disalurkan tidak tumpang tindih dan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang masih kurang di lapangan.

Dedie menyebut pola yang diterapkan adalah saling melengkapi antara Kejaksaan dan pemerintah daerah.

Baca Juga  Bupati Solok Buka FGD Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial

“Kami saling bersinergi dengan Dinsos, saling melengkapi. Apabila nanti Dinsos ada kekurangan, kami siap untuk membantu kekurangan tersebut,” tuturnya.

Kehadiran jajaran Kejati Sumbar di lokasi bencana sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan kondisi darurat di Kabupaten Solok. Keterlibatan berbagai unsur dinilai penting agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Di tengah kondisi pascabencana, kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan yang harus segera dipenuhi. Bantuan 1,5 ton beras serta bahan makanan yang dibawa jajaran Kejati Sumbar diharapkan dapat membantu masyarakat, pengungsi, dan relawan selama masa tanggap darurat.

Dedie menegaskan, kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

“Melalui Posko Peduli Bencana dan dapur umum ini, kami ingin memastikan Kejaksaan hadir di tengah-tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Dedie.

Jajaran Kejati Sumbar juga mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan semangat gotong royong dalam penanganan hingga proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok selesai. (Yen)