PADANG – Rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di PT Semen Padang berlangsung meriah dengan pelaksanaan lomba esai bertema “Pencegahan Fraud di Korporasi”. Lomba yang diikuti 437 peserta dari berbagai kategori itu menjadi sorotan karena kualitas karya yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun.
Perwakilan Dewan Juri, Edita Elda dari Universitas Andalas, mengungkapkan bahwa proses penjurian tahun ini merupakan salah satu yang paling menantang. Volume karya yang tinggi dan tenggat penilaian yang relatif singkat membuat tim juri bekerja ekstra untuk memastikan evaluasi berjalan objektif dan komprehensif. “Kami awalnya tidak membayangkan karya sebanyak ini akan masuk,” ujarnya.
Penjurian dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu. Menurut Elda, setiap juri harus membaca secara detail seluruh karya agar penilaian memenuhi standar yang ditetapkan panitia. Meski menantang, ia menyebut proses tersebut sangat menarik karena banyak karya menghadirkan sudut pandang baru terkait strategi antikorupsi.
Elda menjelaskan bahwa penjurian didasarkan pada lima indikator utama, yaitu kesesuaian tema, kepatuhan terhadap format, orisinalitas, ketajaman ide, dan kekuatan analisis. “Kami mengutamakan esai yang tidak hanya deskriptif, tetapi juga menawarkan solusi konkret dan bisa diterapkan,” paparnya.
Menurutnya, banyak karya peserta menghadirkan gagasan inovatif, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), strategi denormalisasi fraud dalam sistem tender, hingga pendekatan berbasis budaya Minangkabau sebagai filter moral di lingkungan korporasi. Ide-ide tersebut dinilai menggambarkan berkembangnya pemahaman publik terhadap isu integritas.
Elda menilai tren meningkatnya partisipasi mahasiswa dan masyarakat umum menunjukkan bahwa edukasi antikorupsi semakin merata. Semakin banyak generasi muda yang berani menawarkan pemikiran untuk memperbaiki sistem tata kelola, termasuk dari perspektif teknologi dan perilaku organisasi.
Menurutnya, keberagaman tema yang diangkat peserta menjadi nilai tambah tersendiri bagi lomba tahun ini. Banyak karya yang sederhana namun sangat aplikatif, terutama yang menyentuh aspek pengawasan internal, mekanisme whistleblowing, dan digitalisasi proses bisnis.
Ia berharap kegiatan seperti HAKORDIA terus diperkuat sebagai sarana edukasi publik sekaligus ruang kreativitas dalam memperkuat budaya integritas. “Lomba esai seperti ini sangat strategis untuk memantik diskusi antikorupsi di kalangan mahasiswa dan profesional muda,” katanya.
Elda menutup dengan mengapresiasi PT Semen Padang yang konsisten menyelenggarakan HAKORDIA secara komprehensif. Menurutnya, sektor korporasi memegang peran penting dalam membentuk ekosistem antikorupsi nasional. “Kami berharap seluruh gagasan peserta bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola,” tutupnya. (*)












