140 Ulama dan Tuangku Bakal Hadiri Puncak Mauluik Gadang di Padang Pariaman

PARIK MALINTANG – Tradisi keagamaan dan adat Minangkabau kembali mendapat ruang istimewa di Padang Pariaman. Mauluik Gadang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW akan digelar Senin (24/8/2026), dengan menghadirkan sekitar 140 ulama dan tuangku dari 17 kecamatan se-Kabupaten Padang Pariaman.

Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, mengatakan Mauluik Gadang bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, ukhuwah, sekaligus menjaga warisan adat dan budaya masyarakat.

“Mauluik Gadang ini memiliki nilai keagamaan, sosial dan budaya yang sangat kuat. Kehadiran ulama dan tuangku dari 17 kecamatan menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Hendra.

Menariknya, kegiatan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp230 juta tersebut tidak bertumpu pada anggaran pemerintah daerah. Seluruh kebutuhan dihimpun melalui swadaya dan gotong royong masyarakat, mulai dari infak jemaah, bantuan tokoh masyarakat dan dermawan hingga dukungan para perantau.

Baca Juga  Ny. Nita Azis Bantu Ali Munir dengan Sembako dan Tongkat

Salah satu bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan melalui tradisi bunga lado, yakni pohon hias yang dihiasi uang sebagai simbol rasa syukur sekaligus dukungan terhadap kegiatan keagamaan.

“Ini bentuk nyata semangat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Ada yang memberikan infak, bunga lado, logistik, tenaga, bahkan dunsanak di rantau ikut berpartisipasi,” katanya.

Hendra menegaskan, kekuatan Mauluik Gadang bukan semata pada besarnya bantuan yang terkumpul, tetapi pada keikhlasan dan kebersamaan masyarakat dalam mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh panitia agar setiap dukungan masyarakat dikelola secara transparan dan akuntabel. Kepercayaan yang diberikan masyarakat, katanya, merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Satu dari 13 Nakes RSUD Padang Panjang Terpapar Corona, Warga Kayu Tanam

Ia berharap Mauluik Gadang juga menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan ranah dan rantau. Dukungan perantau dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di kampung halaman.

“Yang paling penting bagaimana tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus terus kita jaga sebagai identitas masyarakat Padang Pariaman,” tegasnya.

Dengan semangat gotong royong masyarakat, Mauluik Gadang diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat dan meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, persaudaraan, serta kelestarian adat dan budaya Minangkabau. (drm)