Agam -Anggota DPRD Kabupaten Agam dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Zulpardi menyalurkan dukungan program pada Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD Agam tahun 2026 dalam bentuk peningkatan infrastruktur jalan di kawasan terdampak bencana di Salareh Aia Kecamatan Palembayan.
“Salah satu pekerjaan peningkatan jalan lingkungan menjadi jalan konstruksi beton dengan anggaran sekitar Rp741.114.732,” kata Zupardi, Jumat (26/9).
Pekerjaan dilaksanakan CV Fantastis Konstruksi, dengan pengawasan CV Garis Lurus Engineering, dan masa pelaksanaan selama 116 hari kalender.
Hal ini bentuk perhatian terhadap kawasan terdampak bencana dan perlu terus dilanjutkan.
Sebagai anggota DPRD dari Dapil II berharap pemerintah memberikan perhatian khusus kepada daerah yang paling terdampak bencana. Pemulihan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Ruas jalan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat,” katanya.
Dari total panjang sekitar 4 kilometer, pada tahun 2026 baru sekitar 1 kilometer menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan 15 sentimeter dan lebar badan jalan sekitar 3 meter.
Sedangkan sekitar 3 kilometer ruas jalan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sesuai kewenangan masing-masing, dapat mempertimbangkan kelanjutan peningkatan ruas jalan tersebut.
“Sekitar tiga kilometer lagi yang sangat dibutuhkan masyarakat agar dapat dilanjutkan sehingga manfaat jalan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ruas jalan yang sedang dikerjakan menghubungkan Simpang Kampung Aua, Jorong Kampung Tangah Barat, Nagari Salareh Aia Timur, dengan sejumlah kawasan lainnya.
Di sepanjang kawasan itu terdapat lapangan sepak bola yang dimanfaatkan generasi muda untuk berlatih serta Pos Pemuda yang juga difungsikan sebagai Poskamling.
Selain itu, kawasan tersebut memiliki hamparan lahan pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Sawah, ladang, dan perkebunan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hektare.
Karena itu,keberadaan jalan berkaitan dengan kenyamanan mobilitas warga, juga menunjang akses menuju lahan pertanian dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.(Mursyidi)












