Yayasan Tirto Utomo, Revitalisasi Satu Rumah Gadang Solsel

Rumah Gadang Dt. Lelo Panjang di kawasan Saribu Rumah Gadang yang mendapat dukungan revitaliasasi dari Yayasan Tirto Utomo, yang merupakan pemilik air Mineral Aqua. (Humas)

PADANG ARO – Yayasan Tirto Utomo yang didirikan Lisa Tirto Utomo istri Tirto Utomo pendiri PT Aqua Tirta Investama dengan produknya Aqua, membantu revitalisasi satu unit rumah gadang milik kaum Dt. Lelo Panjang, suku Melayu di kawasan Saribu Rumah Gadang Solok Selatan.

Pelaksanaan revitalisasi rumah gadang yang dibantu tersebut dihadiri lansung Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria dengan kegiatan doa bersama ninik mamak di kawasan Saribu Rumah Gadang tersebut, Minggu (22/4).

H. Muzni Zakaria mengapresiasi berbagai pihak yang telah turut memainkan perannya untuk revitalisasi rumah gadang yang ada di Solok Selatan, terutama yang saat ini difokuskan pada rumah gadang di kawasan Saribu Rumah Gadang.

“Kita bersyukur ternyata banyak pihak yang peduli dengan adat dan budaya Minangkabau, terutama melalui program revitalisasi Saribu Rumah Gadang ini,” kata Bupati.

Hadir pada acara pelaksanaan revitalisasi rumah gadang Dt. Lelong Panjang tersebut, tokoh masyarakat Solsel di perantauan, Noprins Napilus, Jhon Martias, serta beberapa tokoh adat di nagari tersebut.

Noprins  yang juga penggiat pariwisata Sumatera Barat, menuturkan, Pendiri Yasayan Tirto Utomo, Lisa Tirto Utomo sangat ingin agar rumah Gadang tersebut kembali seperti semula dengan tidak meninggalkan keasliaannya.

“Bahkan ia berkomitmen untuk membuat Rumah gadang tersebut menjadi yang pertama dan paling indah setelah revitalisasi. Ibu Lisa juga menginginkan rumah gadang tersebut akan menjadi pusat latihan kesenian dan bisa dipakai untuk kegiatan umum” ujar Nofrins.

Untuk mengerjakan revitalisasi rumah gadang tersebut bupati mempercayakan kepada tukang tuo, Katik Yat (64) yang sudah acap kali memugar rumah gadang di Sumatera Barat. Katik Yat dalam melakukan revitalisasi rumah gadang itu, akan dibantu 6 orang asistennya.

Katik Yat menuturkan berdasarkan pengalamannya dibutuhkan setidaknya hingga 8 bulan untuk memugar satu rumah gadang.

“Tergantung ketersediaan bahannya, kalau bahannya lengkap dan tersedia, insyaAllah bisa lebih cepat,’ ujarnya.

Untuk kayu yang digunakan pihaknya hanya menggunakan kayu jenis meranti, bayua, dan marantik batu sebagai bahan pemugaran rumah gadang. (af)

 

Loading...