PADANG – Tahun 2021 ini, PT Yakult Indonesia Persada telah memasuki usia yang ke-30 tahun. Yakult Indonesia merupakan perusahaan bagian grup Yakult Honsha yang berpusat di Jepang.

Kegiatan perayaan ulang tahun atau anniversary Yakult Indonesia biasanya diadakan lima tahun sekali.
Pada perayaan anniversary terakhir yaitu 2016, kegiatan dilakukan di Jakarta Convention Center dengan mengundang lebih dari 1.000 orang.
Di kondisi pandemi Covid-19, kami merayakan anniversary secara virtual bertema ‘Terima Kasih 30 Tahun Bersama Yakult’.
Tema tersebut memiliki arti perusahaan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada karyawan, ibu-ibu Yakult Lady, dan keluarga termasuk pelanggan. Berkat merekalah Yakult terus beraktivitas memberi pelayanan dan kontribusi terhadap masyarakat.
Pandemi mempengaruhi banyak sektor kehidupan termasuk dinamika bekerja. Penerapan kebijakan work from home dilakukan semua departemen dengan menyesuaikan aturan pemerintah pusat dan daerah.
Protokol kesehatan seperti penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun, serta pemeriksaan suhu sebelum memasuki area kerja wajib diterapkan. Protokol kesehatan ketat juga senantiasa dilakukan bagi karyawan dan mitra Yakult yang bekerja di lapangan seperti Sales Force serta ibu-ibu Yakult Lady. Prinsip jaga jarak minimal satu meter, mengenakan sarung tangan dan face shield, serta edukasi pentingnya menghindari Covid-19 menjadi tambahan lainnya bagi yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
Transformasi kegiatan perusahaan dilangsungkan agar kegiatan menyampaikan manfaat Yakult ke lebih banyak orang setiap hari terus terjaga. Salah satunya adalah kegiatan Film Showing dan kunjungan pabrik yang kini diubah menjadi virtual. Film Showing, penayangan film tentang manfaat produk, sementara informasi seputar proses pembuatan Yakult akan dijelaskan saat kunjungan pabrik.
Meski dilakukan secara virtual, antusiasme masyarakat dalam mengikuti aktivitas tersebut masih tinggi. Semenjak September 2020 hingga September 2021, terdapat 161.710 orang/peserta mengikutinya secara virtual.
Kunjungan Pabrik Sukabumi dan Mojokerto secara virtual pada periode November 2020 – September 2021 diikuti 65.441 orang/peserta/pengunjung. Kunjungan pabrik secara virtual ini tentu saja lebih memudahkan masyarakat terutama yang tinggal di luar Pulau Jawa mengetahui bagaimana keamanan dan kehigienisan Yakult diproduksi.
Seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial, Film Showing reguler atau offline secara perlahan dilangsungkan kembali sambil terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Pada Film Showing Reguler, petugas Yakult akan datang secara langsung ke rumah-rumah keluarga, kantor dan instansi.
Hal ini berlaku juga pada Film Showing mobil yaitu penayangan film di tengah masyarakat dengan membawa mobil khusus sebagai kelengkapan edukasi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai tempat dengan status zona hijau. Sejak Januari hingga September 2021, peserta Film Showing Reguler tercatat terdapat 249.914 orang/peserta.
Sementara Film Showing Mobil di periode yang sama sudah diikuti 183.146 orang.
Usaha Yakult dalam edukasi manfaat Yakult dan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak berhenti sampai situ saja.
Program Kuliah WhatsApp (Kulwap) pun dibuat.
Masyarakat dikumpulkan dalam sebuah grup WhatsApp dan akan dibekali berbagai pengetahuan soal kesehatan, terutama pencegahan Covid-19.
Tercatat pada Januari hingga September 2021, terdapat 41.531 orang telah mengikuti kegiatan Kulwap tersebut. Perlu diingat, semua kegiatan edukasi yang diadakan Yakult ini bersifat gratis atau bebas dari penarikan biaya bahkan sejak sebelum pandemi melanda.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak aktivitas yang dilakukan Yakult kepada masyarakat baik kalangan umum atau medis terutama di masa pandemi ini.
Data sampai 11 Oktober 2021, terdapat 4 juta kasus penularan Covid-19 dengan 140.000 orang di antaranya meninggal dunia. Kondisi seperti ini membuat perusahaan terpanggil membantu tenaga medis di klinik, puskesmas, dan rumah sakit sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 dengan memberikan Yakult.
Terhitung Maret 2020 sampai Oktober 2021, terdapat 1.487 klinik, puskesmas dan rumah sakit yang dibantu dengan pemberian lebih dari 4 juta botol Yakult.
Tidak hanya pada tenaga medis, kontribusi terhadap masyarakat umum dicerminkan melalui kepedulian perusahaan akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.
Menurut data yang disampaikan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, kanker payudara adalah pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia.
Meski sebagian besar dialami perempuan, 1 dari 1.000 laki-laki pun berisiko terkena penyakit ini. Selain itu, mengetahui sedini mungkin gejala kanker payudara dapat meningkatkan kesempatan bertahan hidup sampai 98 persen.
Dalam rangka merayakan Anniversary 30 Tahun Yakult Indonesia perusahaan bekerja sama dengan Lovepink yaitu organisasi nirlaba yang berfokus mensosialisasikan kampanye deteksi dini kanker payudara mengadakan webinar kepada 28.857 orang pada September hingga Oktober 2021.
Peserta webinar terdiri dari karyawan dan keluarga, ibu-ibu Yakult Lady, serta pelanggan. Webinar berisikan mengenai pentingnya lebih peduli pada kondisi kesehatan terutama payudara. Kerja sama ini sekaligus mendukung program pemerintah dan Lovepink yaitu Indonesia bebas dari kanker payudara stadium lanjut di tahun 2030.
Perusahaan juga berkontribusi menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok dengan menganjurkan seluruh karyawannya melakukan vaksinasi.
Komitmen tersebut tercermin dari keikutsertaan perusahaan dalam program Vaksinasi Gotong Royong di mana biaya vaksinasi bagi seluruh karyawan ditanggung perusahaan.
Vaksinasi dilakukan sekaligus memberikan rasa aman pada karyawan termasuk saat berinteraksi dengan sesama karyawan, keluarga, dan terutama pelanggan.
Terhitung Oktober 2021, sebanyak 86 persen karyawan Yakult Indonesia sudah menjalani vaksinasi. Ibu-ibu Yakult Lady sebagai ‘Pusat Informasi Berjalan’ juga diberikan edukasi akan pentingnya sesegera mungkin mengikuti vaksinasi dengan mendaftarkan diri di puskesmas terdekat.
Ibu-ibu Yakult Lady merupakan figur ibu rumah tangga pahlawan ekonomi keluarga yang berada di lapangan bertemu dengan pelanggan sehingga vaksinasi sangat penting dilakukan.
Masih mengenai vaksinasi, perusahaan tak luput memberikan Yakult kepada tenaga medis dan peserta vaksinasi di berbagai sentra pemberian vaksin di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan adanya dukungan Yakult ini, semakin banyak orang antusias menjalani vaksinasi dan kondisi kesehatan tenaga kesehatan selalu baik.
Sebelum pandemi, perusahaan mengadakan usaha-usaha khusus guna menyebarkan informasi kesehatan kepada masyarakat di samping memasarkan Yakult.
Salah satunya dengan menyelenggarakan seminar kesehatan di Center atau Kantor Cabang Yakult di berbagai daerah yang dihadiri sekitar 20-30 orang per sesinya.
Tema yang disampaikan beragam, mulai dari PHBS, pencegahan kolesterol, dan lainnya. Seminar ini bertujuan agar masyarakat tergugah dalam menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.
Pemateri merupakan karyawan Yakult yang sebelumnya sudah dibekali pengetahuan mengenai kesehatan. Kegiatan edukasi tersebut selaras dengan filosofi Dr. Minoru Shirota atau Shirotaism yaitu mencegah lebih baik daripada mengobati.
Alam telah memberikan banyak manfaat untuk kebaikan dan sudah sepantasnya umat manusia merawat kelestariannya. Berkontribusi dalam menjaga alam juga dilakukan Yakult Indonesia salah satunya dengan kegiatan penanaman pohon massal yang konsisten dilakukan setiap tahunnya.
Penanaman 35.000 bibit pohon tegakkan di dua tempat yaitu lereng Gunung Halimun Salak, Sukabumi dan Gunung Penanggungan, Mojokerto, sejak 2015 hingga 2020 dilakukan.
Kedua tempat tersebut merupakan lokasi pabrik Yakult berada. Penanaman dilaksanakan di lahan kritis usulan masyarakat setempat agar keasrian lingkungan terjaga dan terhindar dari bencana alam.
Yakult tidak sendiri, penanaman pohon tersebut dilakukan bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat seperti Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI) di Sukabumi dan Pawitra Airlangga Sakta (PAS) – Lestari di Mojokerto.
Selain penanaman pohon, kontribusi dalam menjaga alam dilakukan dalam bentuk lain yaitu pembuatan sumur biopori atau resapan di dekat perkampungan sekitar Pabrik Yakult.
Tujuan pembuatan sumur biopori ini, menangkap air hujan agar tidak mengalir ke sungai namun kembali ke tanah dan bisa dimanfaatkan lagi di masa yang akan datang.
Usaha menjaga kelestarian alam lainnya ialah dengan mengimplementasikan Peraturan Menteri (Permen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 75 tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
Agar sampah plastik hasil produksi dapat diolah atau didaur ulang menjadi barang rumah tangga yang bermanfaat, perusahaan sedang melakukan uji coba penarikan sampah plastik pembungkus Yakult di 3 kantor cabang yaitu Bogor 1, Bogor 2, dan Sukabumi.
Penarikan ini dilakukan ibu-ibu Yakult Lady dan Sales Force sembari mengantarkan Yakult. Plastik yang membungkusi setiap pack Yakult akan dikumpulkan dan dibawa ke pusat daur ulang. Diharapkan, 2029 sebanyak 30 persen sampah plastik termasuk botol-botol Yakult bisa didaur ulang di seluruh 102 kantor cabang.
Atas kesetiaannya mengonsumsi Yakult, perusahaan atas nama PT. Yakult Indonesia Persada menghaturkan apresiasi setinggi-tingginya pada karyawan dan ibu-ibu Yakult Lady beserta keluarga serta pelanggan atas bantuannya dalam mewujudkan Yakult sebagai Minuman Keluarga Sehat.
Memasuki usia yang ke-30 tahun, Yakult Indonesia tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Seperti yang diajarkan Dr. Minoru Shirota dalam filosofinya Shirotaisme, Yakult dijual dengan harga terjangkau agar masyarakat mampu mendapatkan manfaatnya. Tujuan inilah yang senantiasa dituju sebagai minuman keluarga sehat Indonesia.
Mengenal Lebih Dekat YAKULT
PT Yakult Indonesia, perusahaan PMA berasal dari Jepang yang memproduksi dan mendistribusikan minuman susu fermentasi, minuman keluarga sehat setiap hari, Yakult.
Pemenang hadiah Nobel Iliya Metchnikov (1908) menemukan pola hidup sehat masyarakat di Pegunungan Kaukasus yang minum susu fermentasi sehingga memiliki usia hidup panjang dalam keadaan sehat.
Penemuan itu menjadi dasar penelitian lebih dalam lagi oleh seorang dokter yang menempuh pendidikan di Universitas Kyoto, Jepang bernama Dr. Minoru Shirota.
Pada 1930, beliau berhasil mengkulturkan bakteri baik L. casei Shirota strain menjadi bakteri unggul yang tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu sehingga mampu mencapai usus kecil dalam keadaan hidup serta menguntungkan bagi manusia. Inilah yang menjadi cikal bakal Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1935 di Jepang dengan merek produk minuman susu fermentasi Yakult.
Setelah berhasil menjadikan minuman keluarga sehat Yakult di Jepang, Dr. Minoru Shirota menyampaikan niat mulia bagi seluruh masyarakat di dunia yang disebut dengan Shirotaisme yang sekarang menjadi filosofi perusahaan Yakult di seluruh dunia.
Sejak berhasil diterima sebagai minuman yang mempunyai manfaat baik. Yakult mulai dikembangkan keluar Jepang seperti Taiwan, Korea, Indonesia dan seterusnya. Sekarang Yakult telah tersedia di 40 negara dan menjadi minuman yang dibutuhkan oleh semua usia mulai dari anak kecil hingga lanjut usia.
Di Indonesia, Yakult pertama kali beroperasi pada 1991, berkantor pusat di Jakarta, dan pada tahun 2021 telah berusia lebih dari 30 tahun. Perjalanan sejak berdirinya Yakult hingga sekarang memberi kesempatan lowongan kerja bagi lebih dari 6.000 an karyawan tetap di semua lini usaha dan menjadi tempat kerja bagi 11.000-an ibu-ibu Yakult Lady sebagai Agen Bebas di wilayah tempat tinggalnya.
Guna memasarkan produk yang baik ini, PT Yakult Indonesia Persada mempunyai sistem distribusi langsung ke semua gerai (toko, swalayan, pabrik, institusi) Sales Force menggunakan mobil berpendingin khusus dengan mengenakan seragam resmi perusahaan.
Cara lain, melalui ibu-ibu Yakult Lady yang mengunjungi pelanggan langsung (di rumah-rumah, perkantoran) sambil menjelaskan manfaat menjaga pola hidup yang baik dan sehat.
Ibu-ibu Yakult Lady ini adalah petugas resmi Yakult yang telah terdidik dalam disiplin dan pengetahuan produk sehingga dapat menjadi Pusat Informasi Berjalan dalam komunitas tempat tugasnya.
Guna menjadikan produk yang baik ini dan selalu terjaga mutunya, PT Yakult Indonesia Persada memiliki dua pabrik yang terletak di Desa Pasawahan, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat seluas lima hektare dan di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur seluas 5,25 hektare.
Kedua Pabrik ini berlokasi pada kaki gunung dengan kualitas dan kuantitas air yang telah teruji sehingga menjamin kelangsungan produksi. Standar Produksi Pabrik Yakult telah menerapkan ISO 22000 : 2018 sebagaimana di seluruh dunia, menjadi lokasi tujuan wisata pendidikan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang produk Yakult yang disukai semua lapisan ini.
Setiap hari, kedua Pabrik Yakult
Indonesia dikunjungi lebih dari 400 orang berusia 13 tahun ke atas (setara usia pendidikan SMP) dari semua strata masyarakat (pelajar, praktisi, ibu rumah tangga dan kelompok umum lainnya).
Pengunjung dapat melihat secara transparan dari koridor kaca yang disediakan khusus. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memberikan informasi yang jujur dan terpercaya tanpa ada keraguan.
Kesadaran menjaga tubuh selalu dalam keadaan baik adalah sangat penting, untuk itu Yakult mempunyai divisi Propaganda dan PR Science yang siap mengunjungi kelompok masyarakat (umum, sekolah, praktisi, karyawan kantor/ pabrik) untuk memberi informasi seputar Yakult dan manfaatnya tanpa ada biaya pelayanan.
Kegiatan ini telah dilakukan kepada lebih dari 2.400.000 orang dalam satu tahun di seluruh daerah area tugas kami sehingga masyarakat menyadari pentingnya manfaat Yakult.
Di masa pandemi, edukasi informasi seputar Yakult dan manfaatnya dilakukan secara online menggunakan fasilitas Zoom. Kegiatan yang biasanya membutuhkan pertemuan tatap muka seperti kunjungan pabrik dan pertemuan kerja juga dilakukan secara virtual.
Produk yang baik harus sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik pula, untuk itu semua kendaraan pengiriman Yakult harus menjamin suhu dalam perjalanan dan penyimpanannya antara 0 hingga 10 derajat Celcius.
Cara ini bertujuan agar rasa dan manfaat Yakult secara maksimum setiap saat dapat diperoleh konsumen setia Yakult.
Guna mengontrol mutu terbaik di toko, Sales Force yang menggunakan mobil berpendingin khusus membuat jadwal kunjungan sekali seminggu dan mengirimkan kecukupan stok untuk waktu tersebut sehingga potensi Yakult rusak dan kedaluwarsa bisa dihindari sampai pada titik nol.
Demikian juga dengan pelanggan rumah yang mendapatkan Yakult dari ibu-ibu Yakult Lady, dikunjungi setiap minggu dan dikirimkan sesuai kebutuhan hingga kunjungan berikutnya sehingga selalu produk terbaru didapat pelanggan setia Yakult. Komunikasi yang baik antara ibu-ibu Yakult Lady dan pelanggan membuat masyarakat tak sungkan serta senang untuk selalu mengonsumsi Yakult.
Sebagai minuman susu fermentasi, minuman keluarga sehat setiap hari, Yakult berkewajiban menyebarkan arti dan manfaatnya kepada seluruh masyarakat. Dengan pemikiran Shirota-ism, kami senantiasa tetap berusaha menyebarkan informasi tentang bakteri baik. Jangan lupa minum Yakult setiap hari. (*)












