Wow! Keren, Semen Padang Kini Berusia 108 Tahun

oleh
Pabrik Indarung I yang direncanakan jadi heritage. (yosviandri)

Oleh Khairul Jasmi

TERASA Terasa benar, Semen Padang sudah berusia 108 tahun sekarang. Saatnya bangsa ini memberi apresiasi pada perseroan yang tertua untuk produk sejenis di Asia Tenggara.

Di tengah bangsa yang sedang lelah, perusahaan ini telah berperan nyata dalam membangun dari era kayu bakar hingga era pipa gas sampai ke dapur seperti sekarang.

Orang takkan membeli semen jika tidak perlu. Jika semen langka maka pembangunan sedang gesit, kalau tak terjual maka rakyat sedang tidak membangun

Semen Padang menjadi pondasi yang kuat, penyangga yang kokoh, dinding dan atap yang melindungi bagi bangsa. Produknya menjadi saksi bagi pembangunan yang hebat. Jika Anda pernah mendengar Aquaduk Pancasila atau membacanya di buku sekolah doeloe, itu salah satu contohnya.

Monas, maskot ibukota contoh lain, dibangun dengan Semen Padang. Maka kini saatnya dukung sepenuh hati, melangkahlah bersama agar bangsa ini semakin kuat dan kokoh. Dialektika, kisruh adalah biasa, namun jika berkepanjangan pasti tidak baik. Bahkan bisa membawa petaka, ibarat mengharapkan ular berkaki. Kini Semen Padang jadi saksi betapa dirinya telah bekerja maksimal dan berharap ia tak diganggu karena sedang menunaikan tugasnya.

Pabrik Semen Padang saat ini yang kian maju. (yosviandri)

Kokohnya Semen Padang

Bagi Semen Padang, kehadirannya menjadi lambang betapa membangun satu BUMN atai satu industri saja di provinsi kita ini, sulitnya minta ampun. Ratusan ribu orang menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini. Karena perannya, lokasi pabrik, Indarung, memainkan perannya yang penting dalam perjalanan ekonomi daerah itu.

Sampai sekarang, nyaris tidak ada yang mencatat, sekarung semen begitu penting bagi ekonomi bangsa. Sekarung semen dihadirkan oleh tali- temali sejarah, harapan, impian bersama dan lapangan kerja.

Didirikan di Indarung, Lubuk Kilangan, Padang pada 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM). Kemudian pada 5 Juli 1958 bersama lebih 300 perusahaan yang didirikan Belanda diambilalih atau dinasionalisasi. Sejauh itu rasanya hanya Semen Padang yang memperingati 5 Juli sebagai Hari Pengambialihan, seharusnya semua BUMN warisan bangsa.

Yang lebih penting adalah peran Semen Padang dalam holding, Semen Indonesia. Bersama semua rekannya di holding, perseroan terus mengayuh biduknya untuk membuktikan pada bangsa lain, “kami mampu!”

Mampu dan kokoh, itu dibuktikan oleh kehadirannya lebih dari seabad. Selama itu pula melakukan inovasi tiada henti. Ini paralel dengan mottonya: Kami Telah Membuat Sebelum yang Lain Memikirkan. Maka biarkanlah dia tetap kokoh karena kita semua menyokong dan mendorong.

Sampai saat ini, PT Semen Padang adalah pengerak ekonomi utama Sumatera Barat. Kalau tak dijaga dengan baik cepat atau lambat, pengerak ekonomi Sumatera Barat bisa betekuk lutut di tengah-tengah persaingan yang semakin tajam di antara pemain industri semen. Kompetitor sudah bermain mengurangi ongkos untuk merebut pasar.

Karena dorongan tulus masyarakat, teruma di sekitar pabrik, maka satu-satunya industri pengerak utama ekonomi Sumatera Barat ini akan baik-baik saja. Tak seorangpun ingin ada hal-hal yang bisa menyebabkan meningkatkan ongkos ekonomi dan sosial, akibatnya bisa saja daya saingnya melemah.

Sangat tepatlah, keberadaan Semen Padang sebagai perekat persatuan dan kesatuan warga Sumbar.

Bila Semen Padang maju, tentunya masyarakat lingkungannya sejahtera dan provinsi ini semakin jaya.
Biarkan Semen Padang menjalankan misinya untuk mencapai visinya. Ketika itulah fungsinya merekatkan dan memperkokoh Indonesia akan kian nyata pula.

Semen Padang yang sudah bagian dari industrialisasi Sumatera Barat, menghasilkan semen yang menurut “nada deringnya,” adalah jaminan mutu dan kekuatan.

Mutu dan kekuatan itulah yang menjadi branding selama ini. Sekarang saatnya kita memberi apresiasi pada Semen Padang nan tua itu.

Selamat ulang tahun yang ke 108 dan mari bekerja! (*)

 

Loading...