WMC123, Rumus Mojo 2026 dari Dik Maliq

PADANG – Mobile Journalism (Mojo), pengetahuan fresh diterima 15 penerima Journalism Fellowship on CSR Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan TBIG dari Digital Content and Visual Media Trainer, Abdul Malik MSN, Kamis (11/6/2026).
Pembelajaran materi Mojo 2026 diawali dengan pertanyaan, wartawan mampu menjelaskan peristiwa dalam 1.000 kata. Jika dengan gambar?

Ya, memang penerima fellowship batch ke-3 tahun 2026 ini kebanyakan basicnya wartawan cetak maupun online. Tak dipungkiri ada sebagian yang sudah memulai untuk mencoba Mojo. Bagi mereka, materi Mojo 2026 adalah ilmu baru. Menurut Abdul Malik MSN, Mojo bukan soal smartphone, melainkan kemampuan menemukan fakta, momen, gambar dan merangkainya menjadi cerita.

“Penonton masih memaafkan gambar biasa. Tapi jarang yang memaafkan jika audio buruk. Entah itu, suara narasumber maupun natural sound/ambience. Artinya, audio adalah 50 persen dari video,” jelas Abdul Malik MSN. Lebih lanjut, ia menjelaskan platform format take picture dan editing. “Di televisi, Youtube, Website Media formatnya landscape. Kalau Instagram Feed/Facebook ada yang menggunakan landscape maupun portrait. Sedangkan Reels dan Tik Tok, biasanya pengambilan gambarnya, portrait,” ucapnya.

Baca Juga  Petugas Gabungan Tertibkan Terminal Bayangan di Lubeg

Untuk bahan berita, pengambilan videonya 3 hingga 8 detik, image/photo, exclude interview dan merangkai menjadi cerita.
Sedangkan merekam videonya dimulai dari gambar dasar (basic shot), lebar (wide), sedang (medium) hingga close. Pengambilan basic angle, ada yang datar, tinggi, rendah. Pada kesempatan itu, Dik Maliq nama pena, Abdul Malik MSN memberikan contoh video, posisi wartawan ketika liputan siaran langsung. Yakni, sesuai aturannya, seperti tiga diberikan ruang untuk kepala.

“Intinya, shot dengan rumus, WMC123 (wide, medium dan close 123). Dengan struktur dari rumus tersebut lead/hook, activity, lokasi, interview, affirmation, dan penutup. Lokasi momen, detail dan ekspresi,” jelasnya. Untuk proses editing, bisa menggunakan dengan VN, Capcut, Power Director, Kinemaster, Canva, Davinci dan Adobe Premiere.  Intinya, video yang bagus adalah Video yang dibuat dan jadi.

Baca Juga  Soal Bank Nagari, Hidayat: Pak Gubernur, Jangan Main Gertak

Sementara itu, resolusi handphone di sesuaikan saja dengan yang dimiliki, ada 720, 1.080 hingga 4 K. “Intinya memilih aplikasi editing, menentukan aspek rasio, menambahkan backsound dan voice over, menyusun footage sesuai cerita, mengkoreksi warna, menambahkan transisi, teks dan efek, render/ekspor,” ucap Abdul Malik MSN, Sang Pendiri Guns Indonesia, MBM Gatra, Dosen Polimedia dan Pendiri Asosiasi Konten Kreator Desa Indonesia (AKKDI). (*)