Warga Situjuah Bersihkan Sisa Material, Bencana Susulan Mengancam

oleh
Warga dibantu aparat gabungan, menggelar gotong royong membersihkan material longsor di Sialang, Tungkar, Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota. (Muhammad Bayu Vesky)

SARILAMAK – Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Situjuah, Limapuluh Kota, Rabu (18/4) malam, dikhawatirkan warga akan kembali terjadi. Ini disebabkan, dengan masih ekstrimnya cuaca.

“Tadi malam, hujan deras kembali terjadi. Kmai takut, takut ada bencana susulan. Lindungi kami ya Allah SWT,” kata sejumlah anggota grup WA Ikatan Keluarga Tungkar (IKAT).

Walau begitu, masyarakat dibantu TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, serta aparatur Kecamatan dan Nagari yang terkena dampak bencana, terus melakukan pembersihan sisa material longsor dan banjir.

“Warga masih membersihkan material longsor,” kata Kepala BPBD Limapuluh Kota H. Jhoni Amir, kepada Singgalang tadi malam. Masyarakat gotong royong, di beberapa titik. Terutama di dalam rumah yang terkena dampak bencana.

Sebelumnya dikabarkan, sebanyak 4 nagari di Situjuah, Limapuluh Kota, dilaporkan rusak setelah diterjang longsor dan banjir, Rabu (18/4) malam. Bencana dipicu hujan deras dan adanya aktifitas pembukaan lahan. Mujur, tidak ada korban jiwa. Kerugian material ditaksir miliaran rupiah.

Namun begitu, 7  anggota keluarga terpaksa mengungsi di Jorong Sialang, Nagari Tungkar. “Iya, ada satu keluarga yang mengungsi. Jumlahnya 6 sampai 7 orang,” kata Syahrul Isman, Pjs Walinagari Tungkar, Situjuah Limo Nagari.

Selain di Tungkar, banjir dan longsor juga menghantam nagari Situjuah Batua, Nagari Situjuah Banda Dalam dan Nagari Situjuah Ladang Laweh. “Ada ratusan hektare lahan milik warga dan petani, baik sawah atau perkebunan, yang kena dampak,” sebut Syaiful, Camat Situjuah.

Di Tungkar, selain mengakibatkan satu keluarga mengungsi, sebanyak 35,5 hektare lahan juga rusak. Baik sawah ataupun perkebunan milik warga. Untuk lahan ini saja, Pemerintahan Nagari Tungkar menaksir, kerugian Rp1.085.400.000,-.

Kemudian, rumah terdampak longsor terdata sebanyak 5 unit dan terdampak banjir 12 unit. “Kerugian akibat rumah yang rusak ini, berkisar Rp35 juta,” ulas Syahrul Isman. Tidak sampai di sana, kolam ikan larangan milik kelompok masyarakat juga rusak.

Teruntuk kolam ikan ini, kerugian materialnya mencapai Rp24.000.000,. Setelah itu, saluran irigasi juga jebol di 5 titik. “Untuk saluran irigasi, kerugian kisaran Rp200.000.000,-an,” tukuk Syahrul Isman didampingi Sekretaris Nagari Syafriwan.

Berikut, Pemnag Tungkar bersama Bamus juga merilis, data kerugian akibat tanah longsor yang menyumbat badan jalan serta pemukiman umum lainnya, senilai Rp240.000.000,-. “Itu data sementara yang kami hitung dari seluruh titik bencana,” aku Syahrul Isman dan Yusrizal Dt Pado, Wanag terpilih Tungkar.

Dampak bencana lebih dahsyat, juga terjadi di Situjuah Batua. Puluhan hektare lahan pertanian da perkebunan rusak. Beberapa tebing jala juga ambruk. Termasuk, dam jembatan Bumbuang, dilaporkan ikut terban.

“Akses jalan ke Taman Makam Pahlawan Lurah Kincia, terisolasi dari Rabu malam sampai Kamis siang. Tapi, tadi sudah gotong-royong,” kata DV Dt Tan Marajo, wanag terpilih Situjuah Batua didampingi A Dt Paduko Rajo, Kepala Jorong Tangah, Situjuah Batua.

Tidak hanya kawasan Lurah Kincia, pemukiman penduduk di Kelok Batambuah, Balai Tabiang dan Ateh Balai, Jorong Koto, Jorong Kubang Bungkuak da Lokuang, juga terkena bencana. “Bebatuan dari perbukitan Gunung Sago, turun ke pemukiman penduduk. Sore ini hujan turun lagi, kami khawatir bencana susulan,” sambung Tan Marajo.

Di Situjuah Ladang Laweh, hujan deras dan longsor juga menyumbat badan jalan. Ini terjadi di kawasan Pangorangan, batas Ladeng Laweh-Kubang Bungkuak, Situjuah Batua.”Kita perlu ada alat berat yang standby di lokasi. Dari semalam, evakuasi material longsor, itu dengan manual,” kata Kepala BPBD Jhoni Amir.

Jhoni Amir menyebut, dampak bencana juga menggenangi rumah warga di Situjuah Banda Dalam. “Dari 5 Nagari di Situjuah, terkena dampak itu 4 nagari. Paling parah, Tungkar dan Situjuah Batua,” demikian Jhoni Amir. (bayu)

Loading...