Warga Padang Panjang Serbu Pasar Murah 

FOTO BERSAMA - Warga Padangpanjang menyempatkan diri foto bersama di belakang spanduk Gerakan Pasar Murah Padang Panjang. (Ist)
Padangpanjang – Warga Padangpanjang menyambut antusias acara Gerakan Pangan Murah(GPM) yang digelar di Kantor Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Senin (15/9/2025). Mereka gembira, karena bisa membeli berbagai bahan pangan seperti beras, telur, dan sayuran segar, dengan harga lebih murah dibanding di pasar.
Semua barang yang dijual, disediakan langsung dari petani dan distributor lokal, sehingga rantai distribusi dipangkas dan harga menjadi lebih terjangkau. Kegiatan ini menurut Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis, bertujuan meredam tingginya harga dan sekaligus bisa menekan inflasi dan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah dan terjangkau di tengah situasi perekonomian yang makin menantang.
“Kami ingin memastikan, bahwa seluruh warga, terutama keluarga kurang mampu, tetap bisa menikmati bahan pangan berkualitas dengan harga yang bersahabat.” ujar Hendri Arnis.
Menurut Hendri, keberhasilan program ini juga berkat sinergi forkopimda dan kolaborasi erat dengan petani lokal. Semangat gotong royong di tengah masyarakat Minang masih kental, sehingga beban berat jadi terasa ringan.
“Ketika semua bergerak bersama, masalah besar pun bisa menjadi lebih ringan. Besar harapan kami, inisiatif seperti ini bisa berkelanjutan dan terus diperluas, sehingga bisa mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, gerakan pangan murah ini bukan hanya soal harga, tapi merupakan wujud nyata perhatian pemerintah, dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Ade Nafrita menegaskan, bahwa gerakan ini juga berdampak positif pada perekonomian lokal, karena dapat memberdayakan petani dan menjaga ekosistem harga pangan yang sehat.
Program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain, dalam menghadapi tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok. Dengan tersedianya stok yang cukup dan harga yang murah, Dinas Pertanian memastikan gerakan pangan murah akan rutin digelar dan dikembangkan cakupannya.
Ini menjadi angin segar bagi warga Padang Panjang yang membutuhkan solusi pangan terjangkau, tanpa harus mengorbankan kualitas,” tutur Ade.
Sementara Ani, salah seorang warga Padang Panjang berharap, agar makin banyak instansi yang menggelar pasar murah. Apalagi di tengah naiknya harga, pasar murah sungguh sebuah solusi meringankan biaya hidup.
“Kita rakyat biasa ini, selalu jadi korban kenaikan harga. Maka dari itu, tentu hanya pemerintahlah yang bisa mencarikan solusinya,” ujarnya.
Meski tak bisa membeli lebih banyak karena keterbatasan uang, ia bangga, setidaknya untuk hari itu ada sisa sedikit uang belanja. Selisih dari perbedaan harga antara pasar murah dengan di pasar. (Hendri)