Warga Padang Meninggal Dunia karena DBD

oleh -2.151 views
Warga memadati rumah duka korban DBD yang meninggal dunia. Rumah duka di jalan Alai Parak Kopi, tepatnya Jalan Banjir Kanal, Kota Padang, Rabu (30/1).(rahmat zikri)
PADANG-Tubuh Zulfitra (40) warga Alai Parak Kopi, tepatnya Jalan Banjir Kanal, Kota Padang terbujur kaku ditutupi kain panjang bermotif batik dan selendang putih di bagian kepala saat puluhan tetangga datang melayat dikediamannya, Rabu (30/1) siang.
Dua hari sebelumnya, Zulfitra yang sehari-hari bekerja sebagai pengusaha itu dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Kota Padang lantaran sakit yang dideritanya.
Setelah melalui pemeriksaan dokter, ia dinyatakan mengalami serangan Demam Berdarah Dangue (DBD). Adik Ipar korban mengungkapkan gejala awal yang terlihat adalah berupa demam tinggi dan setiap makanan yang dimakan selalu dikeluarkan lagi.
“Sebelumnya, dua warga yang masih pelajar juga sempat dilarikan ke RS dengan kasus yang sama, alhamdulillah menurut kabarnya kondisinya sudah membaik. Sementara itu terkait kabar duka kakak kami ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar selalu waspada karena DBD bisa menyerang siapa saja,” kata Rony adik ipar korban.
Lebihlanjut, dikatakan Rony pada Senin (28/1) petugas terkait telah melakukan Fogging guna mencegah penyakit berbahaya tersebut tidak lagi menambah korban. Pantauan Singgalang di sekitar rumah korban terdapat selokan yang dipenuhi limbah bercampur sampah.
Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid, mengatakan demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aiedes aigypti. Tempat perindukan nyamuk adalah di air tergenang yang bersih, seperti di bak kamar mandi atau tempat penampungan air.
“Kita kembali menghimbau masyarakat agar kasus yang dialami saudara kita bisa menjadi pembelajaran dan mewas diri untuk mencegah DBD. Caranya tentu penampungan air harus selalu dikuras, supaya jentik-jentik nyamuk DBD tidak hidup dan berkembangbiak. Selain itu tempat penampungan air harus ditutup rapat dan warga juga harus lebih peduli untuk mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air (3M.red),” ungkapnya dihubungi Singgalang, Rabu (30/1).
Lebih lanjut ditambahkannya nyamuk DBD suka hidup ditempat yg bersih, termasuk pada pakaian yang bergelantungan. Masyarakat dihimbau secara rutin melakukan 3M di rumah masing-masing. “Prioritaskan pencegahan, dan waspada juga terhadap cuaca yang sering berobah. (411)
Loading...