LUBUK BASUNG – Dasril St. Chaniago 48, warga miskin Silayang Jorong Parik Panjang, Nagari Lubuk Basung mengharapkan pemerintah memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumahnya yang tidak layak huni.
Harapan nya itu disampaikan Dasril yang sehari-harinya kerja serabutan itu kepada Tim Safari Ramadhan PWI Agam yang datang untuk berbuka bersama dengan keluarganya. Kehadiran anggota PWI itu didampingi ninik mamak setempat Yanto Dt. Basa dan ketua RT setempat Asril.
“Jika memang ada program bantuan pembangunan rumah ada dari pemerintah, saya berharap mendapat bantuan itu,” katanya.
Dasril adalah salah seorang korban gempa 2009, kemudian mendapat bantuan rumah senyum ukuran 4 x3 meter, dinding triplek, atap seadanya. Kini kondisi itu sudah mulai lapuk. Dirumah yang sempit itulah keluarga Dasril dengan isterinya Nuraini (38) dan dua anaknya Mayza Amanda ( 8), Daka Rizkinur (5).
Dasril mengaku pernah mengajukan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), namun dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Tanah ini belum bersertifikat, sertifikat itu syaratnya,” kata Dasril.
Dasril mengaku akan melengkapi surau surat rumahnya. “Akan diusahakan surat-surat rumah ini,” katanya.
Ketua PWI Mursyidi mengatakan keadaan dan harapan Dasril ini disampaikan melalui media. “Kami bantu menginformasikan keadaan keluarga Dasril , mudah-mudahan direspon pemerintah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mursyidi menyerahkan bantuan Sembako yaitu beras, telur dan minuman sirup. (M.Khudri)












