BUKITTINGGI – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi bersama Bulog disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat. Dalam kegiatan yang berpusat di halaman Masjid Istiqomah Kelurahan Kubu Tanjuang, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, pada Senin (29/9).
GPM kali ini komoditas beras menjadi primadona yang paling diburu warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Warga berbondong-bondong datang untuk mendapatkan pasokan bahan pokok dengan harga di bawah pasar. Program ini dinilai sangat membantu daya beli masyarakat.
“Kita tentu menyambut baik kegiatan yang dilakukan Pemko dan Bulog ini. Program ini bagus karena menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan di bawah harga pasar,” ungkap Nurhayati, 51 salah seorang warga yang ikut berbelanja.
Dalam GPM kali ini, Bulog memastikan stok aman untuk beberapa bahan pokok vital. Petugas lapangan Bulog, Dini, merinci ketersediaan komoditas yang dibawa ke titik lokasi.
Total, ada 19 karung beras premium kemasan 5 kg dan 10 karung kemasan 10 kg yang disediakan. Yang paling banyak tersedia adalah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dengan 108 karung kemasan 5 kilogram. Selain beras, Bulog juga membawa Minyakita, minyak goreng premium, dan gula.
“Di titik ini, kita membawa beras SPHP ukuran 5 kilogram sebanyak 108 karung,” sebut Dini.
Harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau. Beras SPHP 5 kg dijual seharga Rp 64.000,- dan beras premium 10 kg seharga Rp 154.000,-. Sementara itu, Minyakita kemasan 2 liter dibanderol Rp 31.000,- dan gula Rp 18.000,- per kilogram.
Harapan Warga: Program Rutin, Tambah Telur dan Cabai!
Meskipun sangat terbantu, warga dan pemerintah setempat berharap program GPM ini dapat ditingkatkan. Dewi berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala sehingga masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan terprediksi.
Selain itu, ia menyuarakan harapan agar komoditas yang dijual diperluas. “Kita juga berharap komoditas yang dihadirkan dalam kegiatan ini ditambahkan, misalnya telur dan cabai yang saat ini harganya sedang naik,” tambahnya.
Senada dengan itu, Lurah Kubu Tanjung, Siziono Erik Apriyanto. S.Sos, memberikan apresiasi tinggi karena GPM ini menjadi solusi konkret di tengah keluhan warga mengenai kenaikan harga di pasar.
“Kita banyak mendengar keluhan warga terkait kenaikan harga di pasar. Kehadiran Pemko dan Bulog ini sangat membantu masyarakat agar tetap bisa mengakses kebutuhan pokok,” ujar Lurah Siziono.
Ia juga mendesak agar Pemko dan Bulog dapat melaksanakan GPM yang memberikan harga di bawah pasar ini lebih sering, bahkan berkala, sembari mempertimbangkan penambahan komoditas seperti telur dan cabai. Hal ini dianggap akan membuat masyarakat bisa mengukur dan mengatur target belanja mereka dengan lebih baik.
Sebelumnya pada Jumat (26/9) Bulog menggelar GPM di halaman MDA Arabiah Koto Tangah, Kelurahan Koto Selayan, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
Sama seperti kelurahan lain, warga juga sangat antusias mendatangi mobil box bulog untuk untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (Gd)












