AGAM – Masyarakat Bukik Putus Jorong Titih Nagari Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten Agam mengharapkan bantuan pemerintah untuk memperbaikan sarana jembatan Lubuk Ciktiak, Batang Agam.
Pengharapan itu disampaikan Anas St.Saidi disela-sela kegiatan gotong royong (Goro) pembuatan jembatan darurat untuk penyeberangan sungai Batang Agam bagi masyarakat setempat menuju kawasan pertanian Bukik Talang dan Pasia Maro.
Ia menyebutkan, bobolnya bangunan jembatan Lubuk Ciktiak akibat bencana air bah beberapa bulan lalu sehingga masyarakat tani saat ini mengalami kesulitan membawa hasil pertanian disebabkan putusnya akses jembatan tersebut.
Sementara Ujang St.Marajo didampingi A. Dt. Bandaro Itam pemuka masyarakat menjelaskan, untuk membuat jembatan darurat Lubuk Ciktiak tersebut memanfaatkan bantuan dari Pemerintahan Nagari Padang Tarok berupa kawat seling, besi beton/angker dan papan lantai jembatan.
Aksi swadaya gotong royong yang dilakukan masyarakat untuk membangun jembatan darurat tersebut setelah jembatan permanen berukuran 25×3 meter roboh dihondoh air bah Batang Agam.
“Jembatan darurat yang dibangun secara gotong royong sepanjang sekitar 25 meter tersebut sudah seharusnya mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah ini termasuk bencana alam, apalagi jembatan darurat Lubuk Ciktiak saat ini kondisinya cukup memprihatinkan sebagai urat nadi perhubungan ekonomi masyarakat, kita sangat berharap kepada pemerintah karena jembatan tersebut merupakan akses jalan usaha tani,” ujar Ujang St. Marajo. (Kasnadi)
Masyarakat Bukik Putuih Jorong Titih, Minggu (3/5) gotong royong bersama membangun jembatan darurat Lubuk Ciktiak karena jembatan lama roboh dibawa air besar sungai Batang Agam, (Kasnadi)












