Walinagari Jambak Dinonaktifkan, Kasus Video Asusilanya Ditangani Inspektorat Pasaman

  • Whatsapp

PASAMAN – Kisruh tersebarnya video asusila inisial EM, yang sebelumnya menjabat sebagai Walinagari jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping berbuntut Panjang. Bupati Pasaman, Benny Utama langsung menonaktifkan EM dari jabatannya.

Tindakan ini diambil pihak pemerintah kabupaten menyikapi riak di tengah masyarakat usai video asusila itu tersebar baru-baru ini.

Camat Lubuk Sikaping, Nina Darmayanti membenarkan, saat ini EM memang sudah dinonaktifkan dari jabatannya. “Dinonaktifkannya EM merupakan langkah untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat. Sembari itu, kasus EM sedang ditangani pihak Inspektorat Pasaman. Bagaimana hasilnya nanti, bakal dikembalikan ke bupati,” kata Nina, Rabu (7/4).

Di sisi lain, di tengah masyarakat sendiri, penolakan EM untuk menduduki jabatan walinagari merebak luas. Tindakan EM dalam video asusila yang tersebar itu telah mencoreng harga diri nagari yang ia pimpin. “Gejolak penolakan atau simpatisan pasti ada. Tentunya, kami pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tidak berlarut-larut dalam masalah ini. Jangan pula ada pertikaian. Kasus ini sedang ditangani pihak Inspektorat Pasaman. Jadi tunggu saja hasilnya,” imbau Nina.

Sebelumnya, tersebar video asusila EM. Dalam video asusila itu EM tampak melakukan panggilan video dengan seorang perempuan. Naasnya, dalam panggilan video itu terdapat tindakan yang tidak senonoh.

“Iya itu saya. Kejadiannya sekitar bulan Januari 2021 lalu. Saya khilaf dan lepas kontrol dan tidak menyangka hal ini akan terjadi dan akhirnya beredar di media sosial, ” kata EM saat dikonfirmasi awak media usai kasus itu merebak.

EM mengisahkan, dirinya mengenal perempuan lawan bicaranya dalam video itu melalui facebook. Setelah kenal, kami pun sering komunikasi lewat massenger.

“Awalnya, saya berkomunikasi lewat massenger di Fb. Pada suatu hari, tepatnya tengah malam, si perempuan itu menghubungi saya lewat video call. Berawal dari sanalah, hingga terjadilah adegan tersebut. Saya juga tidak menyangka, bahwa adegan itu akan direkam olehnya,” kata EM.

EM menuturkan, usai melakukan video call dengan perempuan itu. Pada paginya, ia ditelpon oleh seseorang. Dalam pembicaraanya, orang tersebut minta uang.

“Saya ditelpon dan diancam. Jika saya tidak menuruti permintaannya, maka rekaman video call itu akan disebarkannya, ” bebernya.

Kata EM lagi, peristiwa ini sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian. “Nomor telpon yang mengancam tersebut juga sudah dilacak. Informasinya, yang mengancam itu berada didalam balik jeruji besi, ” pungkasnya.

Kepada awak media, Ia berharap agar perihal vidio mengenai dirinya ini tidak dibesar-besarkan. “Saya menyesal dan mohon maaf,” kata EM. (202)

Pos terkait