PARIAMAN – Walikota Pariaman Yota Balad, menyerahkan usulan sembilan program strategis kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Jika direalisasikan, keseluruhan program tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp23,9 miliar.
Hal itu disampaikan Yota Balad dalam audiensi strategis di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Kota Pariaman sehari sebelumnya.
Dalam audiensi tersebut, Yota Balad memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan sektor pertanian di Kota Pariaman dengan total anggaran mencapai Rp23,9 miliar. Usulan ini bertujuan mempercepat pembangunan pertanian di daerah yang dipimpinnya.
Adapun rincian usulan program tersebut antara lain bantuan drone sebanyak 4 unit senilai Rp1,2 miliar, pompa Rp2,1 miliar, Rice Milling Unit (RMU) Rp1,8 miliar, benih padi bersertifikat senilai Rp680 juta, pengembangan kelapa Rp1 miliar lebih, rehabilitasi jaringan irigasi Rp6,9 miiar lebih, sprayer senilai Rp112,5 juta, ternak ayam buras senilai Rp3,76 miliar dan pembangunan rumah potong hewan Rp6,3 miliar lebih.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, terutama dalam penyediaan benih, irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta hilirisasi komoditas unggulan daerah.
“Di luar proposal yang kami sampaikan, kami juga meminta kepada Pak Menteri untuk dapat memfasilitasi cetak sawah baru seluas 500 hektare, serta program pompanisasi untuk saluran irigasi yang debit airnya masih kecil di lahan pertanian masyarakat. Selain itu, kami juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan Kota Pariaman agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Ia berharap proposal yang diajukan Pemko Pariaman dapat difasilitasi oleh Kementerian Pertanian guna mempercepat pembangunan sektor pertanian di daerah yang dikenal dengan budaya Tabuik tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan audiensi dengan sejumlah kepala daerah ini merupakan bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan pertanian nasional.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah saat ini memfokuskan anggaran pertanian pada program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, pompanisasi, irigasi, serta penguatan komoditas pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat.
“Usulan daerah akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi teknis dengan jajaran Kementerian Pertanian. Kami meminta kepala daerah untuk terus berkomunikasi aktif dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan petani. Kepala daerah juga harus siap dipanggil kapan saja tanpa diwakilkan. Tujuannya satu, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk perwakilan Asosiasi Daerah Penghasil Kelapa Sawit. (agus)












