Walikota Padang “Tabik Suga”, Trotoar Disalahgunakan

oleh
Walikota Padang menegur pedagang berjualan sampai ke trotoar. (syawal)

PADANG – Sedang asyik bersepeda sore, Walikota Mahyeldi Ansharullah “tabik suga” (marah-red). Kemarahan walikota bukan tanpa sebab. Trotoar yang seharusnya digunakan bagi pejalan kaki, justru dikuasai pedagang.

Kejadian ini berlangsung, Sabtu (20/10/2018) sore. Saat bersepeda di kawasan Permindo, Mahyeldi melihat Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) menggelar dagangannya tepat di atas trotoar. Selain tak enak dipandang mata, keberadaan PKL ini juga mengganggu pejalan kaki.

Saat itu juga Mahyeldi memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membongkar dan menertibkan para PKL. Para PKL pun kemudian dengan kesadaran sendiri menutup dagangannya.

“Tidak ada yang boleh berdagang di atas trotoar,” tegas Mahyeldi.

Trotoar atau pedestrian di kawasan Permindo memang baru saja “diperancak” Pemerintah Kota Padang. Dana ratusan juta dari kantong APBD dikeluarkan untuk keindahan kota. Sayangnya, PKL tidak disiplin dan menggunakan pedestrian sebagai tempat berdagang.

Usai menertibkan kawasan Permindo, Wali Kota Padang lantas melaksanakan shalat maghrib di salah satu masjid di Olo Ladang. Setelah itu Mahyeldi mengarahkan sepedanya ke Tugu IORA Pantai Padang. Lagi-lagi Mahyeldi mendapati PKL dan kendaraan yang parkirdi atas trotoar. Ketika itu juga Mahyeldi menugaskan Satpol PP untuk menertibkan kawasan wisata tersebut.

“Trotoar harus steril dari pedagang, karena trotoar untuk pejalan kaki,” jelas Mahyeldi di depan pedagang.

Dalam sterilisasi trotoar itu, nampak juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medi Iswandi, Kasatpol PP Yandrison, dan lainnya. (car/an/syawal)

Loading...