PARIAMAN – Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meletakkan batu pertama pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Pariaman Tengah melalui Program Pariaman Peduli. Program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pariaman bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Yota Balad menjelaskan, pembangunan RTLH ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kota Pariaman dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk penerima pertama adalah Gasman (54), warga Kelurahan Jalan Kereta Api, dan penerima kedua Dahnil (66), warga Kelurahan Ujuang Batuang, Kecamatan Pariaman Tengah. Bantuan ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi membangun kembali harapan serta martabat keluarga penerima manfaat agar dapat tinggal di hunian yang sehat dan layak,” ujar Yota, Kamis lalu.
Menurutnya, Program Pariaman Peduli merupakan inisiatif sosial Pemerintah Kota Pariaman melalui BAZNAS Kota Pariaman yang berfokus pada pendistribusian zakat, bantuan kemanusiaan, pembangunan rumah layak huni, santunan bagi mustahik, serta berbagai bentuk bantuan sosial lainnya.
“Rumah bukan sekadar bangunan fisik untuk berteduh dari hujan dan panas, tetapi merupakan pondasi utama bagi sebuah keluarga. Di sanalah anak-anak tumbuh, belajar, dan menata masa depan yang lebih baik. Bantuan ini berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola secara amanah. Penyalurannya pun telah melalui proses verifikasi yang ketat agar tepat sasaran kepada asnaf yang berhak menerima,” katanya.
Yota juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 Pemerintah Kota Pariaman telah merealisasikan perbaikan sebanyak 461 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta dukungan dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPR RI.
Ia meminta pemerintah desa dan kelurahan terus mendata warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni agar dapat diusulkan sebagai penerima bantuan pada program berikutnya.
“Kepada pihak kelurahan dan desa, kami meminta agar kembali melakukan pendataan apabila masih ditemukan RTLH yang belum masuk dalam program BSPS, sehingga dapat segera diusulkan ke pemerintah pusat. Kepada keluarga penerima manfaat, saya turut bersyukur dan berharap rumah yang layak, sehat, dan aman ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga,” ujarnya.
Yota juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam proses pembangunan rumah tersebut.
“Mari bersama-sama membantu saudara kita agar pembangunan rumah ini dapat selesai dengan lancar, cepat, dan efisien,” tutupnya.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Baznas Kota Pariaman Elfis Chandra, sejumlah kepala OPD, camat, lurah, serta niniak mamak dan urang tuo dari kedua kelurahan penerima bantuan. (agus)












