Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman Ajak Kader Aisyiah Sumbar Pelajari Pola Bertanam Padi Sawah Pokok Murah

PADANG – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengajak kader Aisyiah Sumatera Barat untuk mendalami metode bertanam padi dengan pola Sawah Pokok Murah (SPM).

Menurut Alex, metode SPM pertama kali diperkenalkan oleh mantan Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat, Ir. Djoni, dan telah diterapkan dalam berbagai demplot percontohan di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

“Kaum perempuan, khususnya kader Aisyiah, bisa berperan aktif dalam menciptakan ketahanan pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pola bertanam padi dengan metode SPM penting dipelajari karena dapat menekan biaya produksi secara signifikan,” ungkap Alex saat berbicara dalam dialog bersama kader Aisyiah se-Sumatera Barat di Convention Hall Prof. Ahmad Syafi’i Maarif, Kampus UMSB Padang, Sabtu siang.

Baca Juga  Inpres No. 6/2025 Dinilai Rugikan Petani, Alex Indra Lukman Desak Pemerintah Segera Tetapkan Mekanisme Penyerapan Gabah

Dalam kesempatan tersebut, Alex didampingi oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumbar, Sutan Varel Oriano, serta Yosmeri Yusuf, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi PW Muhammadiyah Sumbar.

Keunggulan Pola Sawah Pokok Murah (SPM)

Alex menjelaskan bahwa prinsip dasar dari pola Sawah Pokok Murah (SPM) adalah mengembalikan hasil alam kembali ke ekosistemnya. Dengan metode ini, tanaman padi akan lebih terhindar dari paparan bahan kimia, sehingga menghasilkan beras dengan kualitas lebih baik.

“Dari segi produksi, hasil panen padi dengan pola SPM tidak kalah jika dibandingkan dengan metode mekanisasi pertanian yang menggunakan pupuk kimia. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya,” tegas Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat tersebut.

Baca Juga  Sekretariat DPRD Sumbar Masuk 10 Besar Nominasi Anugerah Tinarbuka

Dukungan dari Pengurus Wilayah Aisyiah (PWA) Sumatera Barat

Ajakan Alex ini mendapat respon positif dari Pengurus Wilayah Aisyiah (PWA) Sumatera Barat. Ketua PWA Sumbar periode 2022-2027, Syur’aini, menyatakan bahwa organisasi yang didirikan pada 27 Rajab 1335 H (19 Mei 1917) tersebut juga memiliki lembaga khusus yang berfokus pada sektor pertanian.

“Ajakan dari Pak Haji Alex ini akan kami bahas lebih lanjut bersama pengurus lainnya. Ketahanan pangan harus dimulai dari skala rumah tangga,” jelas Syur’aini.

Dengan adanya dukungan dari kader Aisyiah, metode Sawah Pokok Murah (SPM) berpotensi menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan ketahanan pangan berbasis lokal, sekaligus memberdayakan perempuan dalam sektor pertanian berkelanjutan di Sumatera Barat. (*)