PARIK MALINTANG – Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat minta proses pengerukan bandar buangan di Rimbo Karambia, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih dipercepat. Hal itu disampaikan Wabup ketika meninjau kegiatan pengerukan itu, Senin (8/6).
Rahmat menyebutkan bahwa kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim kemarau harus dimanfaatkan secara optimal untuk menyelesaikan pekerjaan pengerukan. “Kami minta pekerjaan ini dipercepat. Selagi cuaca mendukung, jika diperlukan bisa ditambah tenaga kerja maupun satu unit alat berat lagi agar pengerukan segera selesai sampai ke muara” kata Wabup Rahmat.
Wabup yang didampingi Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kadis Sosial, Kadis Komunikasi dan Informatika, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabag Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dan Camat Ulakan Tapakih segelumnya sempat mengapresiasi dukungan masyarakat untuk kelancaran kegiatan tersebut.
Di lokasi, Kepala Alat Kelengkapan (Alkal) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Padang Pariaman, Hendra Abdilah, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan karena kondisi sungai atau bandar saluran air di kawasan tersebut telah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang terus menumpuk.
Akibatnya, aliran air tidak lagi lancar dan kerap meluap saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. “Saluran air sudah dangkal dan menyempit karena penumpukan sedimen tanah. Kondisi ini menyebabkan aliran sering tersumbat dan berpotensi menimbulkan banjir,” ujar Hendra.
Menurut dia, pekerjaan yang sedang berlangsung mencakup pengerukan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar saluran mencapai tujuh meter. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hari, bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Kawasan Rimbo Karambia diketahui menjadi salah satu titik rawan banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis. Saat bencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman pada November 2025, sejumlah lahan pertanian dan permukiman warga di sekitar lokasi sempat terendam akibat saluran air yang tidak lagi mampu menampung debit hujan.
Karena itu, pemerintah daerah berharap pengerukan bandar dapat mengembalikan kapasitas aliran air sehingga mampu mengurangi risiko banjir pada musim hujan mendatang.
Selain melindungi lahan pertanian dan permukiman warga, normalisasi saluran tersebut juga diharapkan dapat menjaga keamanan infrastruktur di sekitar lokasi, termasuk jembatan yang melintasi aliran air tersebut.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menilai langkah normalisasi saluran air menjadi salah satu upaya penting dalam mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang selama ini berulang kali terdampak banjir akibat pendangkalan sungai dan saluran drainase. (drm)












