Ustad Abdul Somad Safari Dakwah di Sumbar Saat Diisukan Sakit Hingga Meninggal

  • Bagikan

PADANG – Selama empat hari sejak 22 hingga 25 Juli kemaren Ustad Prof Abdul Somad melakukan safari dakwah di Sumatera Barat.

Hal itu dilakukannya disaat dia diisukan banyak hal diantaranya sakit kena Covid, sakit parah dan malahan meninggal dunia di beberapa media, yang ternyata semua itu hoaks.

Safari dakwah ini dilakukan UAS di Sumbar yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Tanah Datar dan 50 Kota malahan seluruhnya dimediasi oleh kepala daerah.

Seperti Wawako Solok dalam meletakkan batu pertama pembangunan kembali Masjid Nurul Hidayah Banda Panduang, endorse pariwisata Pagaruyung, silaturrahmi Forkopimda di Limapuluh Kota dan bedah buku bersama Gubernur Sumbar.

Semua acara ini dilaksanakan dengan prokes tinggi dan tidak ada informasi yang diumbar ke masyarakat sehingga acara berjalan dengan baik.

Disini bisa dilihat bahwa UAS dalam keadaan sehat malahan fit sehingga bisa bersafari. Ini bisa dilihat dari masjid jalan kaki ke Pagaruyung, dari masjid jalan kaki ke penginapan.

Setidaknya ini bisa klarifikasi kepada pihak yang selalu buat hoaks bahwa ustad yang banyak disukai masyarakat ini atau bisa disebut ustad sejuta view dalam keadaan sehat.

Dalam beberapa kesempatan tersebut Ustad Abdul Somad juga berpesan kepada Kepala Daerah agar membuat program-program yang berkonstribusi untuk meningkatkan keimanan generasi yang akan datang.

”Jabatan itu tak akan lama, paling lama 2 periode maka pergunakanlah jabatan itu untuk membantu Agama Allah ini, karena itulah yang akan menolong kita di akhirat kelak,” pesannya.

Dalam salah satu kesempatan pada saat safari dakwah UAS tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat yang menyampaikan bahwa proses konversi Bank Nagari sudah disepakati secara bersama oleh para pemegang saham dengan memberikan perpanjangan waktu persiapan kepada pengurus bank.

Untuk itu UAS sangat bergembira dan berpesan kepada beberapa kepala daerah yang ditemuinya agar Konversi Bank Nagari menjadi Bank Syariah ini mesti menjadi solusi umat agar adanya keberkahan di Provinsi Sumatera Barat.

“Jangan takut rugi ketika bersyariah, harapkanlah keberkahan, karena keberkahan yang sedikit akan cukup daripada kemewahan yang tak diridhoi Allah”.

UAS juga mengapresiasi Gubernur dan kepala daerah yang mendukung proses konversi ini dan mendoakan semoga Allah meneguhkan hati-hati mereka untuk berbuat untuk agama ini.

UAS juga menyampaikan agar setiap daerah membangun peradaban dari masjid-masjid dan membuat program rumah Tahfizh sebagaimana program beberapa daerah yang dikunjunginya. (*)

  • Bagikan