PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merilis data terbaru dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumbar terhitung Kamis, (4/12) . Data menunjukkan skala kerusakan dan jumlah korban semakin meluas.
Pemprov Sumbar mencatat total korban meninggal mencapai 200 jiwa. Dari jumlah tersebut, 174 teridentifikasi. Sebanyak 26 korban belum teridentifikasi. Data juga menunjukkan 212 warga masih hilang, 111 warga luka, serta 22.354 warga mengungsi. Total warga terdampak mencapai 157.910 jiwa.
Taksiran kerugian akibat bencana mencapai Rp1,62 triliun berdasarkan laporan dashboard kebencanaan Pemprov Sumbar.
Sektor perumahan tercatat mengalami kerusakan berat. Rumah rusak ringan berjumlah 1.630 unit, rusak sedang 1.434 unit, rusak berat 1.155 unit. Sebanyak 37.053 unit rumah terendam dan 598 unit hilang atau hanyut.
Dampak juga meluas pada layanan dasar. Tercatat 86 rumah ibadah, 22 fasilitas kesehatan, 16 kantor, dan 156 sekolah mengalami kerusakan.
Di sektor sosial ekonomi, kerusakan lahan pertanian cukup besar. Sawah terdampak seluas 3.793 hektare, lahan 3.124 hektare, kebun 323 hektare, serta kolam budidaya seluas 10.486 hektare.
Kerusakan pada prasarana vital meliputi 14 ruas jalan dan 46 jembatan yang mengalami kerusakan.
Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan Pemprov terus memperbarui data untuk memastikan seluruh penanganan dilakukan tepat sasaran.
“Kami pastikan proses pendataan berjalan akurat agar penanganan dan distribusi bantuan sesuai kebutuhan warga di seluruh wilayah terdampak,” ujar Arry Yuswandi.
Ia menegaskan pendataan menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pemulihan.
“Data ini menjadi acuan utama untuk percepatan pemulihan dan penanggulangan,” kata Arry Yuswandi. (ys)












