Agam  

Upacara Peringatan Perang Manggopoh Akan Diinspekturi Gubernur Mahyeldi

LUBUK BASUNG .- Pemerintah Daerah Agam mempersiapkan upacara Peringatan Perang Manggopoh ke 116 yang jatuh pada pada tanggal 15 Juni 2024 mendatang. Persiapan itu ditandai dengan suatu rapat hari ini Selasa (11/6) di Aula Kantor Camat Lubuk Basung.

Peserta rapat adalah Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Fauzi, S.STP, M.Si; Sekcam Lubuk Basung, Bayu Wiranata, S.STP; Pj. Wali Nagari Manggopoh, Marta Rano Pati, Panitia Pelaksana, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sekcam Lubuk Basung, Bayu Wiranata dalam rapat itu mengatakan, upacara akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 Juni 2024, di GOR Arena Buya Hamka, Nagari Manggopoh.

Menurut rencana upacara akan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah selaku inspektur upacara. Peserta upacara melibatkan 20 ASN dari masing-masing OPD, perwakilan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebanyak 60 orang, serta siswa-siswi SD, SMP, dan SMA se-Nagari Lubuk Manggopoh.

Perang Manggopoh atau sering disebut Perang Anti Belasting atau Perang menentang pembayaran pajak yang memberatkan rakyat. Di akhir abad ke 19 sampai awal abad ke 20, penjajah Belanda menerapkan berbagai macam pajak, rakyat Minangkabau menentang kebijakan itu, maka muncullah gerakan perlawanan.

Puncak perlawanan itu muncul di Agam terutama di dua lokasi yaitu di Kamang dan Manggopoh. Perlawanan itu pecah pada waktu bersamaan yaitu tanggal 15 dan 16 Juni 1908. Di Padang pecah perang basosoh yang dipimpin oleh seorang Ulama bernama Abdul Manan. Sedangkan di Manggopoh dipimpin oleh seorang perempuan namanya Siti, kemudian dikenal dengan Siti Manggopoh.

Didampingi suaminya Rasyid dan beberapa kali laki pesilat Manggopoh lainnya, antara lain Majo Ali, Dulah dan Dukap, Siti Manggopoh menyerang dengan cara menyusup ke markas tentara Belanda di Manggopoh pada malam hari 15 Juni 1908.

Dikisahkan, penyerangan itu berlangsung heroik dan Siti Manggopoh dan kawan kawan berhasil menewaskan 53 serdadu Belanda. Peristiwa itulah yang diperingati setiap tahub dalam bentuk upacara bendera yang didahului dengan ziarah makam pahlawan malam hari sebelum upacara dengan puncak acara renungan suci.

adalah salah satu peristiwa bersejarah yang penting di Sumatera Barat. Terjadi pada tahun 1908, peristiwa ini melibatkan para pejuang Minangkabau yang dipimpin oleh seorang wanita bernama Rohana Kudus dalam melawan kolonial Belanda.

Latar belakang peristiwa ini berawal dari kebijakan pajak dan penindasan yang dilakukan oleh Belanda, yang menimbulkan kemarahan rakyat.

Melalui upacara peringatan Perang Manggopoh, masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya semangat perjuangan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan.

Upacara ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi keadilan dan kemerdekaan.

Upacara pada 15 Juni 2024 ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat perjuangan tersebut dan menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya menghargai sejarah dan menghormati para pahlawan.

Dengan persiapan yang matang dan partisipasi berbagai elemen masyarakat, diharapkan upacara ini dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. (MK)