UNP  

UNP Gelar Kuliah Umum dan Luncurkan Buku Merantau, Gali Dinamika Budaya Minangkabau

PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kuliah umum sekaligus peluncuran buku Merantau karya Dr. Wirdanengsih, S.Sos., M.Si., di Aula Sekolah Pascasarjana UNP, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tradisi merantau sebagai fenomena sosial dan budaya yang berperan dalam membentuk identitas, kemandirian, serta dinamika kehidupan masyarakat Minangkabau.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB tersebut menghadirkan Prof. Dr. Erwiza Erman, M.A., peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber. Acara diselenggarakan oleh Pusat Riset Kearifan Lokal (PRKL) UNP bersama Program Studi S2 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Sekolah Pascasarjana UNP.

Forum akademik ini menjadi ruang diskusi untuk mengkaji tradisi merantau melalui perspektif antropologi dan sosiologi, terutama terkait identitas budaya, mobilitas penduduk, jaringan kekerabatan, dan perubahan sosial.

Merantau, Identitas, dan Perubahan Sosial

Dalam masyarakat Minangkabau, merantau tidak sekadar dimaknai sebagai perpindahan tempat untuk bekerja atau menempuh pendidikan. Tradisi ini juga menjadi proses pembelajaran sosial, pembentukan pengalaman, perluasan jaringan, serta pengembangan kemampuan individu dalam menghadapi lingkungan baru.

Baca Juga  UNP Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Deli Serdang di Bidang Pendidikan dan SDM

Hubungan antara ranah dan rantau menunjukkan bahwa kehidupan di perantauan tidak serta-merta memutus ikatan dengan kampung halaman. Nilai adat, hubungan keluarga, dan tanggung jawab sosial tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan perantau. Pengalaman serta sumber daya yang diperoleh di rantau pun dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat di kampung halaman.

Buku Merantau mengangkat fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika kebudayaan Minangkabau yang terus berkembang. Seiring perubahan di bidang pendidikan, ekonomi, pekerjaan, dan kehidupan keluarga, tradisi merantau turut mengalami perubahan bentuk dan orientasi.

Perkembangan teknologi komunikasi dan meningkatnya mobilitas masyarakat semakin memperlihatkan pentingnya kajian mengenai cara masyarakat mempertahankan identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Perkuat Kajian Kearifan Lokal

Selain menjadi forum ilmiah, peluncuran buku ini merupakan upaya memperluas kajian kebudayaan lokal melalui penelitian dan publikasi akademik. PRKL UNP mendorong pengembangan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman serta praktik kehidupan masyarakat, sedangkan keterlibatan Sekolah Pascasarjana dan Program Studi S2 IPS memperkuat keterkaitan antara penelitian sosial-budaya dan pembelajaran mahasiswa.

Baca Juga  Papermob Meriahkan Penyambutan 12 Ribu Mahasiswa Baru UNP 2026

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Sekolah Pascasarjana UNP, Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., Ketua Program Studi S2 IPS, Azmi Fitrisia, S.S., M.Hum., Ph.D., serta dosen dan mahasiswa.

Melalui kegiatan tersebut, UNP memperkuat perannya sebagai ruang pertukaran gagasan dan pengembangan perspektif kritis terhadap fenomena sosial di masyarakat. Tradisi merantau menjadi salah satu sumber pengetahuan penting untuk memahami hubungan antara kebudayaan, mobilitas, identitas, dan transformasi sosial di Indonesia.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah, serta SDGs 11, terutama target 11.4 mengenai perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Kajian ini juga berkaitan dengan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pembahasan mobilitas tenaga kerja dan ketahanan ekonomi antardaerah. (Yen)