PAINAN – Penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pesisir Selatan menyambut antusias pelaksanaan Festival Kesenian Tradisional dan Bazar Kuliner yang digelar di Kecamatan Air Pura, pada Sabtu–Minggu, 17–18 Mei 2025.
Festival yang berlangsung di Lapangan Bukik Bujang Bujang ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya pelestarian seni tradisional lokal sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Kegiatan ini juga terselenggara atas dukungan aspirasi dari Anggota DPRD Sumbar Fraksi Gerindra, Muchlis Yusuf Abit. Selain pertunjukan seni, acara turut dimeriahkan oleh hiburan KIM yang akan dipandu oleh Upiak Isil pada malam kedua festival.
“Kami sangat senang dengan adanya festival ini. Selain menghibur, kami bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung dan memperkenalkan cita rasa khas daerah kami,” ujar Tesmawati (40), salah satu pedagang kuliner asal Air Pura.
Senada dengan itu, Rosmita (28) juga mengungkapkan kegembiraannya. Menurutnya, acara ini bukan hanya menghibur masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, kampung kami jadi ramai. Ada hiburan, ada pengunjung, dan kami bisa memperkenalkan olahan khas kami lewat bazar ini,” katanya.
Ajang Pelestarian dan Promosi Budaya Lokal
Muchlis Yusuf Abit, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan kegiatan ini adalah momentum penting untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya lokal Pesisir Selatan.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya. Kita ingin menampilkan keunikan seni tradisional kita kepada masyarakat luas, sekaligus menggerakkan ekonomi melalui UMKM,” jelasnya.
Muchlis menambahkan, festival ini akan menampilkan berbagai kesenian lokal dari 12 sanggar seni di Pesisir Selatan. Pada hari pertama tampil 8 sanggar, sementara 4 sanggar lainnya akan tampil pada Minggu, 18 Mei 2025.
“Akan ada beragam kesenian yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat. Ini bagian dari upaya mengenalkan kembali kekayaan budaya lokal kita,” tambahnya.
Festival juga diramaikan dengan Bazar Kuliner yang melibatkan berbagai UMKM dari Pesisir Selatan, khususnya dari Air Pura. Aneka olahan makanan tradisional khas daerah disajikan sebagai alternatif kuliner bagi para pengunjung.
“Makanan tradisional juga kita tampilkan. Ini bukan hanya soal rasa, tapi juga sarana promosi kuliner lokal agar lebih dikenal masyarakat luas,” ujar Muchlis.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat diperluas ke daerah lain di Sumatera Barat guna mengangkat kembali tradisi dan budaya lokal, sekaligus menjadi penyemangat bagi pelaku seni dan UMKM.
“Kegiatan ini semoga membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Baik dari segi pelestarian budaya maupun penguatan ekonomi lokal,” tutupnya. (r)












