TP PKK dan Dinas Kesehatan Pessel Launching ‘Nagari Zero Stunting’

Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melakukan Lounching Inovasi Nagari Zero Stunting di lapangan Pasar Koto Berapak, Nagari Koto Berapak, Kecamatan Bayang, kemarin. (ist) 
PAINAN – Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Agustina Rahmadani melakukan Launching Inovasi Nagari Zero Stunting di lapangan Pasar Koto Berapak, Nagari Koto Berapak, Kecamatan Bayang, kemarin
Launching Inovasi   Nagari Zero Stunting itu juga dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Bayang, pemerintah nagari, Puskesmas Koto Berapak, Puskesmas Pasar Baru , Puskesmas Tarusan, Puskesmas Salido dan Puskesmas Barung Barung Belantai .
Lisda Hendrajoni dalam sambutannya mengatakan, Inovasi Nagari Zero Stunting merupakan program strategis dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). ​Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah nyata dan terintegrasi untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai titik nol (zero stunting) di tingkat nagari (desa).
​Hal – hal penting terkait peluncuran dan pelaksanaan inovasi  fokus pada tujuan Nagari Zero Stunting.  ​Target Nol Stunting dilakukan dengan menggerakkan seluruh elemen di tingkat pemerintahan nagari untuk memantau, mencegah, dan mengintervensi kasus stunting agar tidak ada lagi kasus baru.
​Inovasi ini disinergikan dengan program Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk memastikan pelayanan kesehatan menyentuh seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, hingga balita.
​
Lisda Hendrajoni menekankan pentingnya peran aktif para kader Posyandu di lapangan. Kader posyandu  menjadi ujung tombak bersama tenaga kesehatan dalam melakukan pendataan dan penyisiran sasaran di tingkat nagari.  Memberikan edukasi terkait pola asuh, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan pemanfaatan pangan lokal dan mendukung program pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani mengatakan, peluncuran inovasi  ini didukung penuh oleh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesra, camat, wali nagari, hingga pihak eksternal seperti perbankan serta organisasi masyarakat untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.
​”Melalui gerakan kolektif ini, Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen penuh mewujudkan program unggulan daerah seperti Nagari Sehat demi mencetak generasi masa depan Pessel yang kuat, cerdas, dan bebas stunting tahun 2045,”  katanya. (son)