Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Bekoperasi Melalui Gemaskop

oleh -271 views
Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. (*)

PADANG – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat melaksanakan gerakan masyarakat sadar koperasi (Gemaskop). Gerakan ini upaya yang dilakukan untuk menggerakan seluruh pihak terkait dengan pembangunan koperasi, agar lebih aktif menyosialisasikan pentingnya koperasi bagi masyarakat.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, bagi kelompok masyarakat maupun individu yang sudah terlibat dalam gerakan koperasi, agar lebih aktif berpartisipasi. Sedangkan bagi yang belum bergabung menjadi anggota koperasi, agar dapat bergabung.

“Gemaskop juga melibatkan koperasi-koperasi yang sudah berhasil dan masyarakat, agar lebih dekat dengan koperasi. Sehingga masyarakat merasakan keberadaan dan pentingnya koperasi. Gemaskop juga diharapkan mampu menunjukan eksistensi koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan Gemaskop, yakni, penyuluhan, sosialisasi, seminar dan lainnya,” ungkap Irwan Prayitno.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Zirma Yusri dan rombongan bersama Ketua KSU Gapoktan Albasiko II Pasaman Barat, Karno dan pengurus. (*)

Selain Gemaskop, untuk meningkatkan kualitas koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Sumbar telah melakukan penilaian terhadap koperasi berprestasi dengan melibatkan stakeholder terkait. Selain penilaian koperasi beprestasi, juga dilaksanakan program dan kegiatan peberdayaan koperasi.

Tahun 2017 lalu, peringkat I koperasi berprestasi diraih oleh KPRI Dinas Pendidikan Sumbar, peringkat II diraih KUD Tangai Raya, Limapuluh Kota.

“Sedangkan 2018 lalu, peringkat I diraih KPN Dinas Pendidikan Bukittinggi dan peringkat II diraih KUD Koto Salak, Dharmasraya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Zirma Yusri, baru-baru ini.

Dinas Koperasi dan UKM Sumbar juga melaksanakan program dan kegiatan peberdayaan koperasi. Zirma Yusri menyebutkan, pemberdayaan koperasi merupakan suatu upaya menumbuhkan iklim usaha yang kondusif dalam pengembangan usaha koperasi.

Saat ini, perkembangan koperasi baik yang memiliki usaha sektor riil dan non riil, maupun usaha simpan pinjam mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja koperasi. Seperti, peningkatan asset, volume usaha dan permodalan koperasi.

Data Dinas Koperasi dan UKM Sumbar , total jumlah koperasi hingga akhir 2018 sebanyak 3.624 unit koperasi.

Dari jumlah tersebut, koperasi aktif sebanyak 2.815 unit dan tidak aktif sebanyak 809 unit koperasi. Jumlah koperasi yang telah melaksanakan RAT sekitar 1.404 (50,78 persen) dari jumlah koperasi aktif.

Ketua Koppontren Diniyyah Pasia, H Zefri Fahmi, bersama pengurus dan yayasan menerima kunjungan rombongan Dinas Koperasi dan UKM Sumbar. (*)

Zirma Yusri menyebutkan, animo masyarakat untuk menjadi anggota koperasi paling banyak pada 2018 lalu, yakni di Padang, dengan jumlah mencapai 206.295 orang. Sedangkan yang paling sedikit di Kepulauan Mentawai (4.680 orang).

Volume usaha koperasi di Sumbar pada 2018 sekitar Rp5,75 triliun, yang berasal dari sektor usaha riil dan simpan pinjam koperasi. Volume usaha paling banyak terdapat di Padang, sebesar Rp2,7 triliun dan paling sedikit Kepulauan Mentawai (Rp4,7 miliar).

Koperasi di Sumbar cukup banyak memiliki asset di atas Rp2 miliar. Yaitu, berjumlah 468 koperasi. Paling banyak terdapat di Padang, yakni 107 koperasi dan paling sedikit di Kepulauan Mentawai, sebanyak 1 koperasi.

Langkah yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar dalam pemberdayaan koperasi, dengan meningkatkan peran kelembagaan. Koperasi yang diarahkan pada peningkatan perannya dalam melakukan fasilitasi kegiatan organisasi dan perintisan pengembangan usaha, penciptaan pasar dan sumber pembiayaan.

Pengurus KPRI Depdikbud Kecamatan Harau menerima kunjungan rombongan Dinas Koperasi dan UKM Sumbar dan insan jurnalis, pekan lalu. (*)

Langkah lainnya, mengembangkan akses pembiayaan bagi koperasi ke sumber-sumber pembiayaan, untuk pengembangan usaha. Seperti, pengembangan kelembagaan dan layanan lembaga keunagan termasuk koperasi. Selain itu, lembaga keuangan dan pebankan serta lembaga pembiayaan lainnya, sebagai system yang terintegrasi.

Selanjutnya, mepeluas akses pasar dan meningkatkan daya saing koperasi dengan memberikan dukungan kemudahan untuk mengakses informasi pasar. Akses pasar juga dilakukan dengan melaksanakan promosi, pengembangan jaringan kerja, pencadangan lokasi usaha dan perlindungan dari persaingan usaha yang tidak sehat.

Langkah pemberdayaan berikutnya dengan meningkatkan penguasaan tekhnologi bagi peningkatan dan kesinambungan produktivitas dan kualitas produk/jasa yang dihasilkan. (adv)

 

 

Loading...