Padang  

Tingkatkan Kebersamaan dan Komitmen, HMMPS Pindo Upgrading Keanggotaan ke Pantai Nirwana

PADANG – Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi (HMMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Pindo) FKIP Universitas Bung Hatta sukses menyelenggarakan upgrading kepengurusan 2024-2025.

Kegiatan diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan keanggotaan dalam tim, komitmen, serta kekompakan kepengurusan HMMPS Pindo.

Dengan mengusung gagasan “Tak Kenal maka Tak Sayang”, pengurus HMMPS Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memilih upgrading sebagai program untuk mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara mereka.

Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Nirwana, Kota Padang, Minggu (26/5/24) yang diawali dengan sambutan Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi (HMMPS) periode 2024/2025, Erik Hasbullah Amri.

“Kebersamaan dalam organisasi penting. Dalam menjalankan organisasi, penting dijalin komunikasi. Dengan kegiatan inilah, kami selenggarakan untuk menyatukan komitmen,” ungkap Erik Hasbullah Amri beserta jajarannya.

Acara ini dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi dengan narasumber Bayu Haryanto (Konten Kreator Padang Heritage/Kasubag Kemahasiswaan BAAK Universitas Bung Hatta). Meriahnya kegiatan ini terselenggara dengan penampilan akustik dari HMMPS Pindo, fune game, dan juga makan bersama.

Ketua Prodi Pindo FKIP Universitas Bung Hatta, Rio Rinaldi, mengapresiasi kegiatan ini. Pimpinan Prodi sangat mendukung dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkreasi dengan fasilitas dan perangkat disediakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan kegiatan ini, tambah Rio Rinaldi, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan potensi dirinya dan menyatukan ide-ide kreatif dalam menyusun dan menjalankan programnya.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Bung Hatta memiliki keunggulan dan peluang kerja menjadi guru yang unggul dan profesional dengan mengedepankan keterampilan dan sikap baik Bung Hatta. Mahasiswa menguasai teknologi untuk menciptakan produk pembelajaran dan kewirausahaan. Mahasiswa menguasai teknologi untuk menjadi jurnalis, baik media cetak (koran), elektronik (radio/TV), maupun daring (Instagram/YouTube); menjadi ‘content creator atau YouTuber; memiliki keterampilan di bidang entertainment: nyanyi, musik, dan seni peran; dan menjadi entrepreneurist. (*)