BATUSANGKAR – Siswa madrasah dan santri pondok pesantren di jajajaran Kankemenag Tanah Datar yang mengikuti rangkaian babak final lomba kaligrafi merupakan calon seniman kaligrafi berbakat dan terbaik.
“Sebanyak 36 siswa dan santri yang mengikuti rangkian final lomba kaligrafi digelar dalam rangkain HAB Kemenag ke-76 ini merupakan seniman kaligrafi terbaik dan berbakat dari madrasah dan pondok pesantren (Ponpes),” kata Kasubag TU Kankemenag Tanah Datar H. Yusmarli saat membuka kegiatan ini, Rabu (15/12) di aula terbula MTsN 6 Tanah Datar.
Didampingi Ketua Panitia HAB ke-76 H. Muhammad Algafari, Kepala MTsN 6 Tanah Datar H. Edi Mardafuly, Kasubag TU meminta agar siswa dan santri terus dibina sehingga bakat dan minat tidak hilang begitu saja, namun harus mendapat perhatian.
Dikatakannya, sebagai sebuah seni siswa dan santri mesti mengikuti proses pembinaan berkelanjutan dan tak berhenti.
“Siswa dan santri ini telah menyusihkan ribuan peserta lainnya dari madrasah dan Ponpes sehingga sampai ke babak final ini. Tentu sebagai potensi, kader dan aset seniman kaligrafi Tanah Datar nantinya,” ucap Yusmarli.
Ketua Panitia HAB yang juga Kasi PAIS H. Muhammad Algafari mengatakan bahwa sebelumnya ada sebanyak 250 karya kaligrafi yang ikut dalam iven ini. Hingga akhirnya menjadi 36 orang terdiri dari 12 siswa MTs, 12 siswa MA dan 12 santri Ponpes.
Dikatakannya, sangat terlihat semangat serta antusias siswa dan santri yang berminat dalam kaligrafi.
Sementara, Abu Hanifa salahseorang juri menuturkan bahwa kaligrafi sebagai seni yang membutuhkan kesabaran, kelembutan dan ketekunan kegiatan ini sangat apresiatif dan diminati.
“Semangat dan keterampikan siswa dan santri telah terlihat dari kebenaran tulisannya, keindahan dan kebersihannya,” timpalnya. (ydi)












