Tim BPBD Solsel Bersihkan Lumpur Hingga Larut Malam

oleh
Tim BPBD Solsel masih membersihkan tumpukan lumpur padat di ruas jalan Jorong Sungai Pangkua. (Tomi BPBD Solsel)

PADANG ARO – Dampak dari meluapnya air dan lumpur Sungai Pangkua di Jorong Sungai Pangkua, Solok Selatan, pada Sabtu (14/4) malam, meninggalkan tumpukan lumpur di MTsN 6 dan di badan jalan.

Petugas Damkar hingga larut malam kerja keras membersihkan tumpukan lumpur. Mereka terus bekerja kendati biaya operasional ditalangi dulu. Pasalnya dana bensin untuk pengoperasian mobil pemadam kebakaran tidak tersedia lagi, alias sudah habis.

“Kita mengoperasikan mobil untuk membantu membersihkan lumpur akibat meluapnya Sungai Pangkua karena adanya jaminan dari BPBD akan membantu biaya bensin operasional ke lapangan,” ungkap Kasi Sapras Bagian Damkar, Dinas Satpol PP dan Damkar Solsel, Paijul.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Solsel, Zainal kepada Singgalang, Minggu (15/4) malam, membenarkan biaya BBM untuk operasional mobil pemadam kebakaran saat ini sudah menipis. Pihaknya berharap, melalui dana pergeseran yang telah diajukan. Itupun dana tidak pula besar, hanya lebih kurang Rp15 juta.

Hingga saat ini, dana pergeseran yang diharapkan menjelang usulan dana di APBD- Perubahan tahun ini, belum pula bisa dicairkan. Menurut pihak BPKD, dana pergeseran ini harus dilengkapi lagi administrasinya, jadi belum bisa dicairkan sebelum persyaratan itu dilengkapi.

Kecemasan Zainal terhadap dana BBM mobil pemadam kebakaran bersamaan dengan dana SPPD bagi anggota yang turun ke lapangan. Pasalnya, kondisi keuangan di bidang yang dikelolahnya, khususnya untuk operasioanal anggota juga minim.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Solsel, Herwin, menjelaskan, hingga tadi malam BPBD telah melakukan pembersihan ruang jalan Sungai Pangkua yang tertimbun lumpur padat dengan Louder.

“Anggota bekerja membersihkan tumpukan lumpur padat yang ada dijalan Sungai Pangkua, pasalnya jalan ini adalah akses utama masyarakat dan siswa MTsN 6 Solsel dan SMAN 5 Solsel,” tukuk Herwin.

Pihaknya baru akan menurunkan eskavator untuk pengerukan tumpukan material yang sudah memenuhi aliran sungai pangkua di Jorong Sungai Pangkua tesebut. (af)

Loading...