PARIAMAN – Tiga warga Kota Pariaman menerima bantuan perbaikan rumahnya yang rusak akibat bencana hidrometereologi yang terjadi beberapa bulan lalu. Pemerintah Pusat memberikan bantuan ini kepada warga yang rumahnya rusak berdasarkan kategori Rusak Ringan, Rusak Sedang, Rusak Berat. Jumlah dana yang diberikan sesuai kategori kerusakannya.
Adapun ketiga warga yang menerima bantuan tersebut, imyaitu 1 rusak ringan dan 2 rusak berat, total sebesar Rp. 75 Juta. Untuk kategori rumah Rusak Ringan menerima sebesar Rp. 15 juta. Ini diserahkan kepada Amirusdi warga Desa Sungai Sirah. Rumah Rusak Sedang menerima sebesar Rp. 30 juta, diserah kepada Asnita warga Desa Naras I serta Jasmani warga Desa Taluak.
Pemko Pariaman mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat atas penyaluran Penyerahan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Ringan (RR) dan Rusak Sedang (RS) kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Pariaman.
Kegiatan bantuan perbaikan rumah rusak bencana hidrometereologi siklon senyar ini, dilakukan secara luring melalui zoom meeting yang dipimpin oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Pemko Pariaman Elfis Candra, dan dihadiri perwakilan Forkopimda dan Jajaran Pimpinan BRI Cabang Pariaman, di ruang rapat Balaikota Pariaman, Jumat (13/2).
“Kami mengapresiasi atas penyerahan bantuan stimulan rumah rusak yang diserahkan kepada masyarakat secara serentak di Sumatera, termasuk kami di Kota Pariaman. Diharapkan dengan bantuan yang telah diserahkan hari ini, bisa segera memperbaiki rumah yang rusak,” ungkap Elfis Candra.
Bantuan yang diserahkan ini, walaupun tidak bisa secara penuh, dengan sistem stimulan kepada penerima, sehingga dapat kembali mempunyai rumah yang layak huni.
Diungkapkannya, bahwa di Kota Pariaman terdapat 13 rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi, yang terdiri dari 5 rumah direlokasi, 5 rumah Rusak Berat (RB), 2 rumah RS dan 1 rumah Rusak Ringan.
Sesuai instruksi Presiden Prabowo agar pemerintah mulai menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap I bagi para masyarakat yang rumahnya rumah akibat bencana hidrometeorologi siklon senyar secara serentak di 20 kabupaten dan kota yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan dipimpin secara terpusat oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Secara bersamaan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin kegiatan dari Aceh Tamiang, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin dari Lhokseumawe, Aceh dan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian memimpin dari Kota Padang.
Agenda ini, menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus penguatan ketahanan masyarakat, dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp. 369,5 miliar, disalurkan kepada 17.254 kepala keluarga, meliputi 9.869 unit rumah Rusak Ringan (RR) dan 7.385 unit rumah Rusak Sedang (RS). (agus)












