Tiga Kali “Nyangkut” di Kelok 44, Bus Gracias Akhirnya Bisa Dievakuasi

Bus Gracias parkir di Maninjau

LUBUK BASUNG – Bus pariwisata Gracias asal Bandung D 7644 AS yang tiga kali tersangkut di tiga kelok 44, sejak Jumat  lalu kini telah bisa evakuasi. Atas bantuan polisi dan masyarakat mobil yang sempat mengganggu kelancaran lalu lintas Lubuk Basung Bukittinggi itu berhasil diturunkan Kamis (10/6) Pukul 5.20 Wib.

Kapolsek Tanjung Raya AKP Yudi Partanto atas nama Kapolres Agam AKBP Dwi Nurcahyo mengatakan , bus yang akan menjemput sewa ke Lubuk Basung itu, Subuh sudah sampai di Pasar Maninjau. Belum didapat penjelasan selanjutnya, apakah bus itu akan dibawa ke Satlantas Mapolres Agam atau dibiarkan kembali ke Bandung.

Sebelumnya bus itu turun pada Rabu malam 2 Juni. Tersangkut pertama kali di salah satu kelok selama dua jam. Berhasil lepas, tapi sopir Aep mulai gamang dan mencari tempat aman untuk parkir di salah satu kelok. Hampir dua hari parkir, Jumat 4 Juni sopir minta bantu panduan dari Polsek Tanjung Raya. Bus bergerak turun, tapi untuk kedua kali tersangkut di kelok 14.

Baca Juga  Kapolresta Padang Cek Persiapan Pos Pam Lebaran

Di kelok ini, bus menyakang selama 16 jam. Dengan bantuan derek, bus lolos lalu diparkir di tempat aman dan evakuasi dihentikan sementara. Sebab jika dipaksakan mobil pasti mengalami rusak bahagian depan maupun belakang.

Setelah berkoordinasi dengan pemilik maka evakuasi dilanjutkan Rabu 9 Juni. Pelan-pelan busbergerak, tapi di kelok 10 dan kelok 4 Mobil tersangkut lagi. Sejak sore, jalur Kelok 44 tertutup kembali sehingga pengguna jalan baok dari Lubuk Basung ke Bukittinggi atau sebaliknya haru ambil jalan melingkar ke Pariaman atau Palembayan.

Baca Juga  Uda Robi Jaya Putra, Geluti Bisnis Berkelas Dunia

Kepala dan anggota Polsek Tanjung Raya serta masyarakat setempat sibuk mencari akal mengevakuasi bus itu. Seorang sopir kawakan asal Maninjau Jon Kinoi mengambil alih kemudi. Dengan bantuan mobil derek atau frame milik Dinas Lingkungan Hidup Agam, pelan pelan bus berhasil sampai ke kelok 1 Kamis pukul 5.20 Wib pagi.

“Kini bus itu parkir di Maninjau, karena ada gangguan teknis pada pendingin mobil sehingga amper panas naik,” kata Yudi Partanto. (M.Khudri)