BATUSANGKAR – Universitas Islam Negeri (UIN) Machmud Yunus Batusangkar mengukuhkan tiga guru besar.
Saat menghadiri pengukuhannya kemarin di auditorium, Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan selamat atas pelaksanaan proses tersebut.
Ketiganya adalah Prof. DR. Ardimen, S.Ag, M.Pd.Kond sebagai guru besar dalam bimbingan dan konseling, kemudian Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag, MA, M.Res, Ph.D, sebagai guru besar dalam bidang ilmu politik Islam, serta Prof. DR. M. Haviz, M.Si sebagai guru nesar dalam ilmu pendidikan biologi.
“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya menyampaikan selamat dan apresiasi atas pengukuhan 3 orang guru besar ini, semoga ilmu dan pencapaian yang didapat oleh profesor bermanfaat dan membawa kesuksesan bagi pribadi dan UIN MY Batusangkar dan dunia pendidikan umumnya,” kata Wabup.
Dikatakan Ahmad Fadly, pengukuhan tiga guru besar, selain bisa menambah guru besar di UIN MY Batusangkar tentu juga bisa meningkatkan kualitas UIN itu sendiri, bahkan juga bisa menjadi penyemangat bagi dosen lainnya mengikutinya.
“Bertambahnya guru besar ini tentu juga akan meningkatkan kualitas pendidikan UIN MY Batusangkar, sehingga bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain di Sumbar bahkan Nasional dengan membawa semangat sebagai kampus sains islam, refleksi surau Minangkabau,” ungkapnya.
Ditambahkannya, penambahan guru besar disamping meningkatkan kualitas pendidikan juga diharapkan menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk menuntut ilmu di UIN MY.
“Dengan masuknya calon mahasiswa yang baik dan unggul, dengan kualitas pendidikan yang baik pula, tentu akan menghasilkan lulusan yang memiliki sumberdaya berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Kemudian dengan banyaknya hasil karya dan penelitian guru besar yang baru dikukuhkan dengan berpedoman kepada Alquran, Wabup meyakini akan bermanfaat bagi mahasiswa ataupun peneliti dan dosen lainnya.
Ketua Senat UIN MY Prof. Syukri Iska yang mengukuhkan ketiga guru besar tersebut mengatakan, dengan pengukuhan itu maka UIN MY Batusangkar telah memiliki 10 orang guru besar.
Katanya, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam memperkokoh kapasitas keilmuan, mengokohkan budaya riset, serta memberikan kontribusi bermakna bagi kemajuan bangsa dan dunia Islam.
“Tiga sosok intelektual akan menerima amanah akademik tertinggi, yaitu gelar Profesor atas dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam bidang keilmuan masing- masing dan memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tandasnya. (ydi)












