Tewaskan Pencuri Telur, Kepala Jorong Jadi Tersangka

oleh

SARILAMAK – Penyidik Satreskrim Polres 50 Kota menetapkan Kepala Jorong Koto Tuo, Mungka, Limapuluh Kota, Darmizel, menjadi tersangka dalam kasus tewasnya pelaku pencurian telur ayam, Selasa (17/4) subuh.

Terduga pelaku pencurian yang tewas dengan barang bukti telur ayam hasil curian di rumah Darmizel tersebut, diketahui bernama Nurmasri (59), warga Bulakan Balai Kandi, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Tersangka mengalami luka sebanyak 5 tusukan.

Mendiang Nurmasri, disebut-sebut sebagai residivis kasus pencurian. Pria yang berusia lanjut itu, pernah terlilit tindak pidana 363 KUHP.

“Iya, pernah masuk. Pernah main dan residivis,” kata Kapolsek Guguak Inspektur Satu Polisi M Arvi, usai kejadian.

Kendati kepala jorong melakukan penikaman terhadap tersangka akibat telur ayam burasya dicuri alias membela diri, namun penyidik Satreskrim Polres 50 Kota beralasan, karena menghilangkan nyawa orang lain, status Darmizel tetap naik menjadi tersangka.

Pembelaan diri, sejatinya juga diatur dalam pasal 49 KUHP mengenai perbuatan “pembelaan darurat” atau “pembelaan terpaksa” (noodweer). Banyak pihak menilai, jika terbukti sungguh membela diri, hakim akan mengeluarkan putusan yang melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging).

Ditanya apakah benar soal penetapan tersangka untuk Kepala Jorong, di Mungka, “Iya, nanti ya kami informasikan,” kata Kasatreskrim Polres 50 Kota AKP Anton Luther, Rabu (18/4) sore.

Anton Luther tidak menampik, jika subuh buta itu, rumah kepala jorong kebobolan pencuri. “Telur ayam milik pak Jorong, diambil pelaku yang meninggal dalam peristiwa itu,” sebutnya.

Namun demikian, karena menghilangkan nyawa orang lain, status terhadap Kepala Jorong tetap ditingkatkan menjadi tersangka.

“Detailnya nanti kami kirim. Termasuk, alasa penyidik, terkait peningkatan statusnya,” demikian Kasatreskrim. (bayu)

Loading...