Tersangkut Sejumlah Kasus Manajemen Nasara Resort Dilaporkan Ke Polisi

oleh -630 views
Edy Persulessy, memperlihatkan sejumlah bukti saat melapor ke Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Mentawai. Ricky

 

Mentawai-Manajemen PT. Nasara Lifestyle Development (Nasara Resort) kali ini mau tak mau harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya pemilik perusahaan asing itu diduga telah melakukan penipuan, penggelapan dan pencemaran nama baik serta ujaran kebencian di aplikasi chatting terhadap mantan Manager Operational Nasara Resort, Edy Persulessy.

Edy Persulessy melapor ke Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Mentawai, Rabu (18/4) dengan disertai bukti-bukti terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pihak manajemen Nasara Resort. Setidaknya ada tiga nama tersangkut ke dalam kasus ini, dua diantaranya berkewaganegaraan Australia, Stephen Thomas dan Andrew Faulk serta seorang warga negara Indonesia, Rudy Kelches.

“Saya melaporkan PT. Nasara. Yang saya tau direkturnya itu Bapak Stephen Thomas, Bapak Andrew Faulk sebagai Project Manager dan Bapak Rudy Kelches. Itu yang saya tau,” kata Edy usai memberikan laporannya di Mapolres Kepulauan Mentawai, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Edy Persulessy, yang ditunjuk sebagai Manager Operational di Nasara Resort sejak November 2017 hingga Februari 2018 lalu mengaku telah ditipu hingga menyebabkan kerugian material, sebab selama dia menjadi Manager Operational di Nasara Resort, telah mengucurkan dana cukup besar, untuk pembelian bahan bangunan dan kapal, namun tak diakui oleh sang pemilik resort tak berizin itu.

“Intinya itu, penipuan dan penggelapan yang pertama. Yang kedua pencemaran nama baik. Penipuan dan penggelapan itu sudah jelas di dalam bukti-bukti yang kami bawa. Itu segala macam bukti transfer dan nota-nota pembelian dan pembelanjaan semua kami sertakan sebagai bukti bahwa memang itu telah dilakukan pembelian dan barang-barang itu sudah terinstal (terpasang) di lokasi proyek, itu sudah ada. Namun demikian, yang bersangkutan yang kami laporkan, PT Nasara ini, tidak mengakuinya dengan mengatakan bahwa kami justru yang berbohong dan kami berusaha untuk meningkatkan harga-harga bahan (material) ya menuduh seperti itu. Jadi kami merasa ini sudah di luar batas,” paparnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu. Heritsyah, kepada wartawan mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut, namun dengan banyaknya dokumen-dokumen yang harus dipelajari, apalagi ada juga yang berbahasa Inggris, pihaknya mengaku belum dapat menentukan batas waktu untuk penyelesaian kasus ini. (Ricky)

Loading...