Ternyata Abjad SPFC di Kursi Stadion Agus Salim Itu, Ide Palek

  • Whatsapp

PADANG – Tulisan abjad SP dan FC di kursi tribun utama Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatera Barat kalau dilihat dari kejauhan cukup menarik. Itu menandakan stadion yang dibangun sekitar tahun 1980-an itu menjadi markas skuad Semen Padang FC berkompetisi di Liga Indonesia.

Lalu, timbul pertanyaan, siapa yang punya ide membuat abjad itu? Ternyata adalah Renol Fadhli yang akrab disapa Palek.

Munculnya gagasan itu setelah klub urang awak, Semen Padang FC jadi wakil Indonesia ke ajang Piala AFC musim 2012-2013 setelah meraih predikat champions di Liga Prima Indonesia (IPL) musim 2012-2013 iru.

“Ya, saat itu kita (SPFC) berlaga di Piala AFC. Salah satu persyaratan dari AFC tempat duduk penonton terutama di tribun utama (barat) stadion harus single sheet. Alhasil kursi penonton harus kita rombak,” kata Renol Fadhli membuka ceritanya kepada topsatu.com, Jumat (3/12/2020) siang.

Setelah dilakukan perombakan dengan memasang kursi single sheet muncullah ide Renol Fadhli bersama Edri, panpel lainnya.

Kursi single sheet bagian sisi kanannya dengan warna merah dan abjad SP dipasang kursi warna kuning. Bagian kiri dipasang kursi warna kuning dan abjad FC dipasang kursi warna merah. Alhasil, abjad SP dan FC menambah keindahan tribun utama itu.

“Ide pemasangan kursi dengan abjad SP dan FC itu memang dari saya bersama Mak Etek Edri -sapaan Edri. Alhamdulillah stadion ini lolos verifikasi AFC dan bisa jadi markas kita, ” tutur Palek -sapaan akrab Renol Fadhli.

Selain persyaratan kursi single sheet standar persyaratan lainnya juga dibenahi dan dilengkapi panpel bersama manajemen tim soal stadion itu.

“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak dan kerja keras kita semua, Stadion H. Agus Salim bisa sebagai markas SPFC menjamu tetamunya di Piala AFC musim 2012-2013 lalu itu,” tutup Palek.

Perjalanan di Piala AFC

Skuad SPFC saat itu dibesut pelatih Jafri Sastra dengan Direktur Teknik H. Suhatman Imam. Sedangkan CEO-nya H. Erizal Anwar.

Status juara Indonesia dan sebagai wakil Merah Putih, SPFC bertempur bersama tiga klub lainnya yakni Kitchee FC (wakil Hongkong), Churchill Brothers FC (wakil India) dan Warriors FC (wakil Singapura) di Grup E.

Semen Padang FC yang memiliki materi cukup lengkap kala itu sukses jadi pemuncak grup dengan raihan 16 poin hasil 5 kali menang dan sekali imbang 2-2 versus Churchill Brothers di India.

Predikat juara Grup E di fase penyisihan grup itu menempatkan Hengki Ardiles cs., lolos ke 16 besar bertemu juara Vietnam SHB Da Nang. Di babak itu, SPFC menang 2-1 memastikan tiket ke perempat final.

Pada fase knock-out (16 besar) itu bersua wakil India lainnya, East Bengal dengan sistem home and away. Laga pertama, SPFC berstatus tandang pada 17 September 2013. Hasilnya, SPFC kalah 1-0 atas tuan rumah. Leg II digelar sepekan kemudian, tepatnya 24 September 2013 di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Anak asuh Jafri Sastra hanya mampu bermain imbang 1-1 dan dipastikan terhenti, kalah agregat 1-2. Itu artinya perjalanan Hengki Ardiles dan kawan-kawan hanya sampai perempat final Piala AFC musim 2012-2013 tersebut.

Amunisi yang dimiliki Kabau Sirah waktu itu adalah di posisi penjaga gawang ada Jandia Eka Putra dan Fakhrurrazi Quba. Lalu nama-nama mentereng lainnya, Hengki Ardiles, Novan Setya Sasongko, Wahyu Wijiastanto, Elie Aiboy, Vendry Mofu, Titus Bonai, Nur Iskandar, Saefullloh Maulana, Ricky Akbar Ohorella, Hendra Adi Bayauw, dan Rudi.

Mereka semuanya juga ditopang dengan empat pemain asing yang tidak kalah garang dan bermutu pula seperti striker Edward Junior Wilson asal Liberia, winger lincah Esteban Gabriel Vizcarra berpaspor Argentina, David Ngan Pagbe sebagai tonggak tuo asal Kamerun serta pesepakbola asal Korsel sebagai pemain jangkar, Yu Hyun-koo.

Dengan materi kekuatan di atas itu klub urang awak tersebut mampu menembus 8 Besar Asia. (D2)

  • Whatsapp

Pos terkait