PAYAKUMBUH – Terminal penumpang tipe B Koto nan Ompek di Kota Payakumbuh seperti hidup segan mati tak mau. Sejak tidak berfungsinya terminal itu, penumpang yang akan ke kota itu dari berbagai tempat di Sumatera Barat turun disembarang tempat saja. Akibatnya, aktivitas pool penumpang PO AKAP yang terjadi di jalan Soekarno-Hatta selama ini beroperasi dan beraktivitas tidak sesuai kebijakan yang ada. Sehingga muncul masukan dari beberapa pihak, untuk dapat merelokasi pool penumpang PO AKAP di jalan Soekarno Hatta untuk dipindahkan ke sekitar pasar tradisional Padang Kaduduak.
Menanggapi atas hal itu, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, mengeluarkan SK Walikota terkait pembentukan tim koordinasi lalu lintas angkutan jalan terminal dan parkir di jalan umum, melalui Dinas Perhubungan. Dan atas SK Walikota itu, Dinas Perhubungan menggelar rapat rencana pemindahan pengelolaan pool penumpang PO AKAP di jalan Soekarno-Hatta.
Rapat itu melibatkan sejumlah pihak terkait dan dipimpin Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Elzadaswarman. Pihak yang terlibat itu adalah OPD terkait, Kabag Ops. dan Kasat Lantas Polresta Payakumbuh, Kejari diwakili jaksa Hadi Saputra, tim koordinasi LLAJ, terminal dan parkir, Ketua LPM Tigo Koto Diate, Babhinsa, Babhinkamtibmas, Organda, pengelola bus PO AKAP, karang taruna dan pemuka masyarakat Tigo Koto Diate.
Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Elzadaswarman, kepada Singgalang, Minggu (27/6), mengatakan, dengan dimoderatori kepala Dinas Perhuhungan Payakumbuh, forum rapat tentang wacana pemindahan pengelolaan pool PO AKAP di jalan Soekarno-Hatta itu berlangsung dengan alot. Karena dalam rapat itu disampaikan, jika tertibnya sebuah kota dapat dilihat dari berbagai aspek, yakni dari tertib terminalnya serta pasar yang tertib. “Hal ini saling berkaitan dan jika kedua aspek ini berjalan dengan semestinya, maka dapat dikatakan kota tersebut telah menjadi kota yang tertib dan ramah terhadap masyarakatnya,” ujarnya.
Menurutnya, faktor yang mendasari dilaksanakannya forum rapat ini atas dasar usulan dari pimpinan dalam penertiban bus AKAP yang ada di Kota Payakumbuh. “Iya, penertiban ini menyangkut terhadap dalam segala aspek yang saling berkaitan. Sehingga dengan dilangsungkannya forum ini, diharapkan masukan yang diberikan tentu dapat diambil keputusan bersama untuk kebaikan semuanya. Sehingga Payakumbuh bisa menjadi kota yang tertib dan ramah terhadap masyarakat,” tambah Om Zed.
Sebelumnya, dalam forum yang digelar itu, Edi atau yang lebih akrab dipanggil Sambodo, yang mewakili dari seluruh PO untuk AKAP, menyampaikan, jika seluruh pengusaha dari PO AKAP sepakat untuk melakukan relokasi seluruh kantor mereka ke terminal tipe B Koto nan Ompek, bukan ke wilayah seputar pasar tradisional pasar Padang Kaduduak.
“Dengan ini, tentu kami dari para pengusaha bus PO AKAP ingin sekali kembali dapat melakukan aktivitas bongkar muat penumpang di terminal Koto nan Ompek. Akan tetapi kami juga ingin terminal Koto nan Ompek dapat dilengkapi dengan fasilitas yang semestinya. Sehingga baik dari pemilik usaha bus dan penumpang, sama-sama merasa aman dan nyaman melakukan aktivitas di terminal Kota Payakumbuh ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kabag Ops Kompol Khairil Meidians, turut menyampaikan, dalam kesiapan pihak Polri siap membantu untuk keamanan dalam proses bongkar muat barang di terminal Koto nan Ompek. “Dan jika telah aktifnya terminal Koto nan Ompek dan sudah berjalan dengan semestinya kembali, maka kami akan langsung melakukan penertiban dalam proses bongkar muat barang di seputaran Ibuh. Dan proses bongkar muat ini hanya akan berlangsung di terminal Koto nan Ompek saja,” terangnya.
Senada dengan itu, Kejari juga mengatakan, akan sangat mendukung untuk diaktifkannya kembali terminal Koto nan Ompek ini. Dan tentunya dengan diaktifkan kembali terminal tipe B Koto nan Ompek, maka juga harus diiringi dengan kesiapan terhadap penunjang dan fasilitas yang selayaknya. Dimana seperti terdapatnya tempat ibadah, toilet umum, serta fasilitas sarana dan prasarana penunjang lainnya.
“Dan setelah menerima banyak masukan dari peserta yang hadir, serta dengan juga telah diambilnya kesepakatan bersama, maka kita berharap Pemko Payakumbuh melalui dinas Perhubungan akan mengaktifkan kembali terminal tipe B Koto nan Pmpek di jalan Soekarno Hatta terhadap aktivitas dalam bongkar muat barang dan penumpang bagi seluruh pool PO AKAP yang ada di Kota Payakumbuh. Selain itu, harapan kita kedepan juga harus dilengkapi pula dengan segala sarana penunjang lain,” ujarnya. (yuke)










