Agam  

Taslim Mewakili Bupati Pada Seminar Nasional Maninjau, “Jangan Lupakan Nilai Budaya Sebagai Suri Tauladan Kehidupan”

MANINJAU,- Bupati Agam  katakan penting memahami nilai nilai sejarah yang ada di darah ini .  Bupati Yang diwakili Kadis Pendidikan  Agam Taslim mengatakan  hal itu pada  Seminar bertajuk “Menggali Nilai-Nilai Sejarah dan Legenda untuk Pemajuan Kebudayaan Salingka Danau Maninjau” digelar di aula kantor Camat Tanjung Raya Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu ini  (31/7).

Acara ini dihadiri oleh budayawan, Ketua LKAAM Kabupaten Agam, dan tokoh masyarakat untuk membahas dan melestarikan kekayaan budaya di sekitar Danau Maninjau tersebut.

“Jangan lupa dengan budaya yang merupakan warisan sebagai suri tauladan dalam kehidupan kita, generasi selanjutnya harus mengerti dengan sejarahnya karena bangsa yang besar adalah yang paham sejarah” Kata Bupati.

Disamping itu dia juga menambahkan Danau Maninjau merupakan aset alam yang indah yang perlu kita lestarikan dan kembangkan.

Baca Juga  Warga Agam Terluka Diserang Buaya saat Mencari Ikan

“Melalui seminar ini, kita berharap dapat menggali lebih dalam sejarah dan legenda yang ada untuk memajukan kebudayaan lokal dan pelestarian danau itu sendiri maka kepada kita semua untuk mengikuti seminar ini dengan serius” Pinta Taslim.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat Undri juga mengatakan hidup dan berkembangnya adat dan budaya serta tradisi masyarakat adat salingka nagari Danau Maninjau tidak lepas dari peran serta seluruh komponen masyarakat adat.

“Tokoh masyarakat, adat, agama, bundo kanduang serta ormas lainnya di kecamatan Tanjung memiliki peran penting dalam pelestarian adat dan budaya di Kecamatan Tanjung Raya dan di Kabupaten Agam pada umumnya” Ujar Undri.

Baca Juga  Urai Macet di Padang Lua, Bupati dan KAI Bahas Tindak Lanjut MoU

Seminar ini menampilkan berbagai narasumber, termasuk sejarawan terkenal,Yus Dt Parpatiah, yang memaparkan tentang sejarah Danau Maninjau dan peranannya dalam perkembangan budaya Minangkabau.

“Danau Maninjau memiliki banyak cerita dan legenda yang mengandung nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. Menghidupkan kembali cerita-cerita ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita tetapi juga memperkuat identitas budaya kita,” kata Dt Parpatiah.

Selain itu, seminar ini juga bertujuan untuk mempromosikan kebudayaan lokal melalui pariwisata berbasis budaya, kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata dalam mempromosikan warisan budaya perlu mengemas nilai-nilai budaya ini dalam bentuk yang menarik dan dapat diakses oleh generasi muda serta wisatawan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.(MK)