PADANG – Genderang perjuangan politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sumatera Barat resmi ditabuh.
Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumbar periode 2026–2031 telah resmi dilantik dengan mengusung misi besar: melakukan transformasi struktur dan memenangkan hati pemilih muda.
Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus, menegaskan bahwa langkah awal pascapelantikan ini adalah melakukan “bersih-bersih” dan perapian barisan di tingkat internal. Ia memberikan tenggat waktu yang cukup ketat bagi konsolidasi organisasi.
Dalam lima bulan ke depan, Firdaus menargetkan seluruh struktur partai, mulai dari tingkat provinsi hingga desa (ranting), sudah dalam kondisi solid.
“Kita dalam waktu singkat ini melakukan strukturisasi dan restrukturisasi di tingkat DPC kabupaten/kota. Musyawarah Cabang (Muscab) akan kita laksanakan pada Maret dan April. Setelah itu, kita rapikan sampai ke tingkat kecamatan (PAC) hingga ranting,” ujar Firdaus dengan optimis.
Membidik ‘Angka Sakti’: 100 Kursi dan 3 Besar
Tidak main-main, PKB Sumbar mematok target tinggi pada kontestasi politik mendatang. Firdaus menyebutkan bahwa partai berlambang bola dunia ini membidik posisi tiga besar di Sumatera Barat.
Target tersebut dijabarkan dalam angka yang konkret:
9 Kursi untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat.
100 Kursi akumulatif untuk DPRD Kabupaten/Kota.
2 Kursi untuk DPR RI.
Perempuan Bukan Sekadar Pelengkap
Salah satu poin krusial dalam kepemimpinan Firdaus kali ini adalah komitmen terhadap keterlibatan perempuan. Ia menegaskan bahwa kuota 30 persen perempuan bukan hanya urusan administratif di atas kertas.
“Perempuan harus mendapatkan tempat yang layak dan strategis untuk memimpin. Kita akan menyeleksi figur perempuan yang peduli, aktif, dan bertanggung jawab terhadap amanah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Merangkul Gen Z: Dari Kampus hingga Komunitas Seni
Menyadari bahwa Generasi Z memiliki porsi suara hingga 40–50 persen, PKB Sumbar mulai melancarkan strategi “jemput bola”. Partai ini tidak lagi menunggu di kantor, melainkan bergerak aktif melalui program Goes to Campus dan Goes to School.
Tak hanya sektor pendidikan, pendekatan juga dilakukan melalui jalur minat dan bakat. PKB Sumbar mulai membangun komunikasi intensif dengan komunitas seni, musik, hingga olahraga di berbagai daerah.
“Gen Z ini pemilih potensial. Jika mesin partai bisa menggerakkan kelompok ini dengan tepat, insya Allah PKB bisa menang di Sumatera Barat,” pungkas Firdaus.












