PADANG – Kasus dugaan perundungan (bullying) di salah satu sekolah di Kota Padang mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye.
Ia menilai, fenomena tersebut berpotensi menjadi persoalan besar jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
“Yang muncul ke permukaan ini mungkin hanya sebagian kecil saja. Bukan tidak mungkin masih banyak kasus serupa yang belum terungkap,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, praktik bullying di lingkungan sekolah bukan hal baru dan dalam beberapa kasus bahkan berdampak serius hingga menyebabkan korban harus mendapatkan perawatan medis.
Kondisi ini, kata dia, harus menjadi perhatian bersama antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah.
“Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Pengawasan dari guru harus lebih melekat terhadap siswa di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan karakter sejatinya dimulai dari rumah. Namun, lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga dan pihak sekolah dalam membina siswa.
“Anak-anak dibekali nilai dasar dari rumah. Tapi saat berada di sekolah, peran guru sangat penting. Orang tua, baik dari pelaku maupun korban, juga harus dilibatkan untuk membangun komunikasi yang baik,” katanya.
Mastilizal Aye juga menilai bahwa kasus perundungan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi bisa meluas ke lingkungan sosial di luar.
Untuk itu, edukasi tentang etika, empati, dan saling menghargai harus terus ditanamkan kepada anak sejak dini.
“Ini bisa menjadi fenomena gunung es jika tidak segera diantisipasi. Perlu langkah bersama, baik dari pemerintah kota, provinsi, pihak sekolah, maupun orang tua,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara siswa, orang tua, dan guru. Anak-anak yang merasa menjadi korban diharapkan tidak takut untuk melapor agar persoalan dapat ditangani sejak awal.
“Jika merasa terancam atau menjadi korban, anak harus berani menyampaikan kepada orang tua dan guru. Itu bagian dari komunikasi yang sehat,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengimbau agar penanganan kasus bullying dilakukan secara bijak tanpa mengedepankan tindakan main hakim sendiri.
Pendekatan yang lebih edukatif dan komunikatif dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
“Kita tidak boleh langsung menghakimi. Yang dibutuhkan adalah komunikasi yang lebih baik agar ke depan siswa bisa tumbuh dengan lingkungan yang positif,” tutupnya. (*)












