Tanah Datar Luncurkan Program Satu Rumah Satu Hafidz 

BATUSANGKAR  – Pembinaan hafizh Alquran di Tanah Datar mengalami peningkatan tiap tahunnya.
“Pada 2016 lalu ketika dicanangkan program kabupaten tahfizh hanya enam rumah tahfizh. Alhamdulillah, pada  2021 ini  telah memiliki 237 rumah tahfizh,” kata Bupati Eka Putra saat lauching program satu rumah satu hafidz di
gedung Indo Jolito  kemarin.
Tidak itu saja,  kata Bupati, kegiatan pendukung waqaf 1.000 hafizh telah lima kali digelar. Direncanakan pada Oktober nanti akan dilaksanakan waqaf 1.000 hafizh ke 6.
“Kalau dihitung berdasarkan yang ada di e-tahfizd ada sekitar 10 ribu lebih hafidz/hafizahah berdasarkan jumlah santri dan rumah tahfizh serta kelulusan pada kegiatan waqaf 1000 hafidz,“ tandas Eka.
Menurutnya, program satu rumah satu hafidz/hafizah ini sebenarnya telah dimulai tahun lalu di Nagari Rao-Rao, Nagari Pandai Sikek, Nagari Paninjauan  dan Nagari Tanjung Barulak.
“Insya Allah dengan kita luncurkan program ini akan menambahkan semangat baru seluruh masyarakat Tanah Datar untuk mengajak keluarganya menghafal Alquran,” ungkapnya.
Untuk ini, lanjutnya, direncanakan akan memasang stiker  di rumah tersebut sudah adahafidz/hafidzahnya. Dengan adanya stiker tersebut diharapkan akan memberikan motivasi bagi warga di sekitarnya.
Pada setiap tahunnya akan dihitung jumlah rumah yang telah dipasang stiker. Bupati mayakini pada awal program ini akan banyak rumah yang akan dipasang stiker tersebut
Kegiatan ini dihadiri Wabup Richi Aprian, Plh. Sekda Edi Susanto, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Nusyirwan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar H. Syahrul, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi, Kadis PMDPPKB Nofenril, Ketua MUI  H. Masnefi, pengurus LKAAM,  pengurus rumah tahfidz binaan  dan santri.
Eka Putra  berharap program satu rumah satu hafidz/zah dilaunching bertepatan 10 Muharram atau hari Assyura ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan.
Diharapkan Bupati, dalam 20-30 tahun  akan datang akan ada lebih dari separuh masyarakat Tanah Datar yang hafidz Alquran.
Sementara, Kabag Kesra H. Afrizon mengatakan program ini merupakan program berkelanjutan dan tidak akan selesai dalam kurun waktu lima tahun, namun akan berjalan terus menerus. Sebagaimana digagas Bupati Almarhum Irdinansyah Tarmizi.
Ditambahnya, pogram ini berbasis nagari, yang perlu dukungan walinagari, BPRN, alim ulama, guru, unsur lainnya di nagari dan akan dimulai dengan menghitung dan memberikan stiker untuk setiap rumah yang ada hafidz/hafizah nya dengan target setiap rumah di penghuninya minimal satu orang adalah hafidz atau hafidzah. (ydi)