BATUSANGKAR -Tanah Datar butuh tenaga penyuluh pertanian karena masih kurang, guna mendampingi petani pada tiap nagari hingga jorong.
Berdasarkan rasio hitungan dinas kebutuhan tenaga penyuluh pertanian saat ini di Tanah Datar masih kurang, kendati telah diambil dari tenaga rekrut swadaya yang ada.
“Mengingat luasnya wilayah kerja dimana saat ini 71 tenaga penyuluh di nagari dan 4 (empat) di kabupaten idealnya pernagari itu yang wilayahnya luas 2 sampai 3 orang,” kata Kadis Pertanian dan Perikanan Yulhardi saat pertemuan dengan Bupati Eka Putra, Senin, (14/3) di Indojalito Kemarin.
Apalagi, kata Yulhardi, saat ini dalam upaya menyukseskan Progul Pemkab terutama bajak gratis kita libatkan PPS untuk mensosialisasikan ke masyarakat, dan saat ini PPS tidak hanya sekali, namun terus secara bertahap baik itu individual maupun pada kegiatan formal disampaikan progam anyar itu.
Saat Ketua PPS, Aldion, menyatakan apresiasi dan terimahkasih bisa datang untuk berdialog di gedung Indojolito dengan Bupati dan pejabat Dinas
“Tentu saja kami mohon dan minta agar bupati untuk mengeluarkan surat keputusan penyuluh swadaya karena itu berkaitan dengan Pos Penyuluh Nagari (Posluhnag), kendati ada berkaitan dengan anggararan nantinya yang yang ada,” ucapnya.
Bupati mendukung keinginan demikian, karena katanya, kembali menyampaikan sebahagian besar wilayahnya merupakan areal pertanian dan sekitar 72 persen masyarakatnya bergerak pada sektor pertanian. Guna percepatan pembangunan dibidang pertanian ini.
Makanya, upaya meringankan beban petani, pemerintah daerah telah gelar Program Unggulan (Progul) pada sektor pertanian dari 10 progul lainnya.
Empat progul berada pada sektor pertanian itu adalah layanan bajak gatis, asuransi usaha Tmtanaman Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), pembangunan dan rehabilitasi irigasi serta peningkatan kuota pupuk bersubsidi.
“Saat ini yang masih menjadi keluhan petani yaitu kuota pupuk bersubsidi, dari itu Pemkab akan menambah alokasi anggaran untuk pupuk ini sehingga kebutuhan pupuk untuk petani bisa terpenuhi,” ucap Eka .
Menurut Bupati, tentu saja ada halangannya, seperti saat ini tidak hanya kuota pupuk yang berkurang Bahan Bakar Minyak (BBM) solar juga termasuk langka saat ini, dari itu saya minta Dinas Pertanian untuk dapat mengatur kupon BBM Solar untuk operator bajak gratis sehingga di masing-masing kecamatan itu tidak terlalu jauh untuk mendapatkan BBM,” ujarnya
Menurutnya, saat ini program bajak gratis masih baru Pemkab terus melakukan evaluasi dari itu masukan dan saran dari PPS juga sangat dibutuhkan sehingga program ini berjalan dengan baik dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. (ydi)












