Awalnya ada yang menyebut rumah tersebut dulunya berada di lokasi Ruko Fajar Harapan (seberang Masjid Jihadu Walidaina) saat ini, ada pula yang menyebut berada di lokasi eks Radio Dian Erata. Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata rumah tersebut berada di samping Ruko Fajar Harapan.
“Benar sekali, dr. Rasyidin pernah tinggal di rumah ini. Di rumah ini ia juga buka praktik dokter. Ini rumah nenek saya (Siti Fatimah), dr. Rasyidin dulunya ngontrak bersama keluarga,” kata Syahdanur, cucu si pemilik rumah.
Ia menuturkan, rumah yang dikontrak dr. Rasyidin itu dulunya hanya sebuah paviliun. Dan hingga kini paviliun itu masih ada. Hanya saja, rumah itu sudah banyak perubahan. Tahun 1970 paviliun itu diperbesar menjadi rumah sebagaimana terlihat saat ini.
Uniknya, hingga saat ini rekening listrik rumah tersebut masih atas nama dr. Rasyidin. “Saat ngontrak di paviliun tersebut, dr. Rasyidin yang memasukan listrik. Dan sampai sekarang rekeningnya masih atas nama beliau,” ujar Syahdanur.
Terkait informasi di halaman rumah tersebut dulunya dibacakan teks proklamasi untuk pertamakalinya di Sumatera Tengah, Syahdanur mengaku tidak mengetahuinya. “Saya mendengar informasi itu pertamakali justru dari pemberitaan Topsatu,” jawabnya.
Di rumah dengan nomor 11 tersebut kini tinggal ibunda dari Syahdanur, Nursyam. Wanita berumur 90 tahun itu tinggal dengan kerabatnya. Paviliun yang dulunya tempat tinggal dr. Rasyidin hingga kini masih terawat cukup baik. (Jasriman)












