Tak Ada Masalah, Pembangunan Jalan Tol di Sumbar Terus Dilaksanakan

  • Whatsapp
Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan jalan tol Sumbar-Riau di Jalan Bypass KM 25, Padang Pariaman. (givo alputra)

PADANG – Secara keseluruhan, tidak ada ditemukan permasalahan ganti untung lahan masyarakat terkait pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru. Pembangunan jalan tol akan terus dilaksanakan.

“Hal ini menjawab  kesimpangsiuran informasi tentang perkembangan pembangunan jalan tol di Sumatera Barat,” kata Kepala Dinas Kominfo Sumbar Jasman Rizal, Jumat (5/3/2021).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan,  telah dilakukan pertemuan di kantor Bupati Padang Pariaman dengan agenda penyerahan uang ganti untung pembebasan lahan jalan tol Padang – Sicincin kepada masyarakat, yang dihadiri Wakil Bupati Padang Pariaman didampingi Forkopimda Kabupaten Padang Pariaman, Kanwil BPN, Pejabat Pemprov Sumbar (dipimpin Kepala Balitbang Prov Sumbar), PPK pengadaan tanah jalan tol 1 Kemen PUPR, perwakilan BANK BRI, Kepala Bapeda dan Inspektorat Padang Pariaman, Jumat (5/3).

Lalu dilakukan penyerahan ganti untung terhadap lahan masyarakat di kantor bupati Padang Pariaman, Jumat (5/3/2021) sebesar Rp14 miliar untuk 24 bidang dan 10 penggarap. Sebelumnya juga telah dibayarkan kepada masyarakat sebesar Rp36 miliar kepada 33 bidang dan 10 penggarap.

Panjang ruas jalan tol Padang – Sicincin adalah 36,6  Km, yang dibagi atas dua lokasi (2 Penlok atau 2 penetapan lokasi).

Penetapan lokasi 0 km sampai 4.2 km sudah selesai pembebasannya. Penlok II dari 4.2 km ke 36.6 km sedang dalam proses dan akan diberikan  ganti untung.

Sesuai laporan PPK pengadaan tanah Siska Martha Sari dan Kanwil BPN yang diwakili Kabid Pengadaan Tanah pengadaan tanah untuk penlok II 4.2 ke 36,6 km sedang dalam pengadaan tanah yang terdiri dari inventarisasi dan identifikasi, pengumuman, penilaian oleh appraisal, musyawarah, pengumpulan berkas dan pembayaran uang ganti kerugian

Pembayaran  pembebasan lahan sudah mencapai 20.4 persen terhadap luas dari total kebutuhan lahan di penlok 1 dan 2, sedangkan target penyelesain pembayaran pembebasan lahan diharapkan selesai sebelum Juni (sebelum lebaran) dan Kakanwil BPN berharap pembayaran selesai sebelum lebaran.

Selanjutnya penetapan lokasi 2. Kurang lebih 600 bidang tanah sedang dinilai oleh KJPP dan sebanyak 526 bidang tanah sudah selesai musyawarah dan telah menyepakati nilai harga lahan.

Dari 1.452 bidang tanah yang telah bebas 127 bidang dari total lahan yang dibutuhkan. Namun jika dari seluruh tahapan proses pengadaan tanah, progres nya sudah mencapai 57 %. (yuke)

Pos terkait